MAMUJU,MASALEMBO.ID- Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Sulawesi Barat, Muhammad Yasir Fattah, menegaskan pentingnya partisipasi aktif penyandang disabilitas dari masyarakat adat dalam upaya pengurangan risiko bencana di tingkat desa, sebagaimana arahan Gubernur Sulawesi Barat, Suhardi Duka.
Menurut Yasir Fattah, keterlibatan penyandang disabilitas masyarakat adat merupakan wujud nyata inklusivitas dan pemanfaatan kearifan lokal dalam membangun ketangguhan desa menghadapi bencana. Mereka memiliki pengetahuan tradisional mengenai tanda-tanda alam serta pengalaman turun-temurun tentang cara bertahan dan beradaptasi saat bencana terjadi.
“Pelibatan mereka dalam proses perencanaan, simulasi kebencanaan, hingga penyusunan rencana kontinjensi desa sangat penting, karena suara dan pengalaman mereka mampu memperkaya strategi mitigasi yang berkeadilan dan kontekstual,” kata Yasir Fattah, Senin 19 Januari 2026.
Ia menambahkan, pengurangan risiko bencana tidak boleh bersifat eksklusif. Setiap warga desa, tanpa terkecuali, harus diberikan ruang untuk berkontribusi serta mendapatkan perlindungan yang setara, termasuk kelompok rentan seperti penyandang disabilitas.
Melalui pendekatan ini, BPBD Sulbar berharap desa-desa di Sulawesi Barat mampu membangun sistem penanggulangan bencana yang partisipatif, berkeadilan, dan berkelanjutan, sejalan dengan visi dan kebijakan Gubernur Sulawesi Barat dalam melindungi seluruh lapisan masyarakat.(Rls/Adv)












