Harumkan Nama Sulbar, Hauwurah Sabet Medali Emas Pencak Silat Tingkat Nasional

Avatar photo
Santri PPM Al Ikhlas Lampoko Hauwurah sukses meraih medali emas di kejuaran pencak silat antar Pondok Pesantren tingkat nasional di Jakarta, 3 Nopember 2025. (Hand Over Muhammad Said)

JAKARTA, MASALEMBO.ID – Kabar membanggakan datang dari dunia olahraga bela diri pencak silat. Santriwati asal Kabupaten Majene, Sulawesi Barat, Hauwurah, berhasil mengharumkan nama daerah setelah menyabet medali emas pada ajang kejuaraan nasional antar Pondok Pesantren, Madrasah, dan Ibtidaiyah yang berlangsung di Jakarta hingga Senin, 3 Nopember 2025 malam.

Hauwurah, santri kelas 3 Madrasah Tsanawiyah Pondok Pesantren Modern (PPM) Al Ikhlas Lampoko, Kecamatan Campalagian, Kabupaten Polewali Mandar, tampil gemilang di kategori seni tunggal putri. Lewat penampilan penuh semangat, teknik, dan ketenangan luar biasa di atas gelanggang, gadis belia kelahiran Taukong, Desa Tandeallo, Kecamatan Ulumanda ini berhasil memikat para juri dan mengungguli peserta dari berbagai daerah di Indonesia.

Ajang nasional yang diikuti ratusan peserta dari berbagai pondok pesantren ini menjadi wadah untuk mempertemukan para atlet muda berprestasi dari seluruh penjuru Nusantara. Persaingan yang ketat tidak menyurutkan semangat Hauwurah dan rekan-rekannya untuk memberikan penampilan terbaik demi mengharumkan nama Sulawesi Barat.

Baca Juga  Pelantikan Pejabat Pratama Sulbar, Suhardi Duka: Prosesnya Sudah Sesuai Mekanisme

Pembina sekaligus pendamping tim atlet PPM Al Ikhlas Lampoko, Muhammad Said, mengaku sangat bangga dan bersyukur atas pencapaian anak asuhnya tersebut.

“Kita sangat bersyukur apalagi ini kejuaraan nasional antar Pondok Pesantren, kalau kita bisa dapat medali emas itu sangat super karena sangat susah bersaing dengan pesantren di Pulau Jawa,” kata Said, Selasa (4/11/2025).

Menurut Said, keberhasilan Hauwurah meraih emas bukanlah hasil instan. Latihan intensif, disiplin, dan semangat juang yang tinggi menjadi kunci kesuksesan para santri PPM Al Ikhlas Lampoko. Bahkan, keberangkatan ke Jakarta menjadi pengalaman pertama bagi sebagian peserta, namun hal itu tak menghalangi semangat mereka untuk tampil maksimal di ajang nasional.

Baca Juga  Atlet Silat Mamuju Juara Dunia, Kadispora Sulbar: Ini Sejarah, Pertama Kalinya Bagi Sulbar

Said menuturkan, torehan medali emas dari Hauwurah menjadi catatan bersejarah bagi PPM Al Ikhlas Lampoko, karena berhasil mengukir prestasi di tingkat nasional.

“Hauwurah adalah penyumbang emas pertama di kategori putri seni tunggal, jurus ini dilombakan sampai internasional,” ujar Said.

Tak hanya Hauwurah, tim PPM Al Ikhlas Lampoko juga tampil luar biasa dengan total sembilan medali emas, tiga medali perak, dan satu medali perunggu. Hasil gemilang itu membawa PPM Al Ikhlas Lampoko dinobatkan sebagai juara umum kedua pada kejuaraan pencak silat antar pondok pesantren tingkat nasional tahun ini.

Baca Juga  Atasi Kekurangan Nakes, Pemprov Sulbar Terima Bantuan Tenaga Medis dari Kemenkes

“Sangat teristimewa di momen ini karena bukan hanya Hauwurah, tetapi delapan santri lainnya yang saya bawa ke Jakarta juga sukses memborong medali emas,” ungkap Said penuh rasa syukur.

Prestasi ini menjadi bukti bahwa santri dari daerah, khususnya dari Sulawesi Barat, memiliki potensi besar untuk bersaing di level nasional bahkan internasional. Keberhasilan Hauwurah dan timnya juga menjadi motivasi bagi generasi muda di pondok pesantren lainnya agar terus berlatih, berjuang, dan berprestasi di bidang olahraga.

Dengan semangat dan dedikasi tinggi, para santri Al Ikhlas Lampoko tak hanya mengharumkan nama pesantren dan Kabupaten Polewali Mandar, tetapi juga membawa nama baik Sulawesi Barat di kancah nasional. (har/red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *