SUMENEP, MASALEMBO.ID – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep kembali menegaskan pembangunan ekonomi berbasis kerakyatan melalui instrumen koperasi. Dalam momentum peringatan Hari Koperasi (Harkopp) ke-79 tahun 2026, Bupati Sumenep menyerukan semangat pembaharuan pada koperasi sebagai tulang punggung perekonomian rakyat.
Ia mendorong seluruh elemen koperasi untuk tidak hanya bertahan, tetapi bertransformasi, memperbaharui institusi menjadi lembaga ekonomi yang adaptif, profesional, dan kompetitif. Ia juga mengajak seluruh insan koperasi untuk memperkokoh nilai-nilai dasar yang selama ini menjadi fondasi utama, seperti gotong royong, kebersamaan, dan solidaritas.
Kekuatan koperasi, menurutnya, terletak pada partisipasi aktif anggota dan semangat kolektif dalam mengembangkan usaha bersama. Oleh karena itu, upaya memperluas kolaborasi dan memperbaiki sistem pengelolaan menjadi langkah strategis yang tidak bisa ditunda.
“Insan koperasi harus memperkuat komitmen bersama dalam mengembangkan koperasi sebagai sokoguru perekonomian nasional sekaligus penggerak ekonomi kerakyatan di daerah,” katanya (12/07).
Koperasi memiliki posisi penting dan strategis dalam struktur ekonomi daerah. Tidak hanya sebagai pelengkap, koperasi dipandang sebagai motor penggerak yang mampu mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat secara merata.
Namun demikian, tantangan yang dihadapi koperasi saat ini semakin kompleks. Perubahan pola ekonomi, perkembangan teknologi, serta meningkatnya persaingan menuntut koperasi untuk melakukan pembenahan dan pembaharuan menyeluruh, khususnya dalam aspek tata kelola organisasi.
Transformasi menjadi kebutuhan mendesak agar koperasi tidak tertinggal. Pembaruan sistem manajemen, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, hingga pemanfaatan teknologi informasi menjadi bagian penting dalam proses tersebut. Tanpa langkah konkret, koperasi berpotensi kehilangan relevansi di tengah arus perubahan yang cepat.
“Koperasi melakukan penguatan tata kelola merupakan salah satu kunci utama dalam membangun kepercayaan anggota maupun masyarakat terhadap koperasi, mendorong untuk tumbuh semakin sehat dan mampu bersaing di tengah dinamika ekonomi,” terangnya.
Kepercayaan publik menjadi faktor krusial dalam keberlanjutan koperasi. Transparansi, akuntabilitas, dan profesionalisme harus menjadi prinsip utama dalam setiap aktivitas organisasi. Dengan demikian, koperasi tidak hanya dipercaya oleh anggotanya, tetapi juga oleh masyarakat luas.
Pemkab Sumenep sendiri menegaskan komitmennya untuk terus hadir dalam mendukung perkembangan koperasi. Berbagai program telah dirancang untuk memperkuat kapasitas kelembagaan, mulai dari pembinaan rutin, pelatihan peningkatan kompetensi, hingga pendampingan usaha secara berkelanjutan.
Selain itu, akses terhadap sumber pembiayaan dan jaringan usaha juga menjadi perhatian serius. Pemerintah berupaya membuka ruang yang lebih luas bagi koperasi agar dapat terhubung dengan dunia usaha dan lembaga keuangan, sehingga mampu berkembang lebih cepat dan berdaya saing.
Sinergi lintas sektor menjadi kunci dalam memperkuat posisi koperasi sebagai pilar ekonomi daerah. Kolaborasi antara pemerintah, gerakan koperasi, pelaku usaha, dan lembaga keuangan diyakini mampu menciptakan ekosistem ekonomi yang sehat, inklusif, dan berkeadilan.
Momentum Hari Koperasi pun dimaknai sebagai titik tolak untuk melakukan refleksi sekaligus akselerasi. Tidak hanya mengenang perjalanan panjang koperasi, tetapi juga menatap masa depan dengan semangat inovasi dan pembaruan.
“Hari Koperasi sebagai momentum untuk meningkatkan inovasi demi mewujudkan koperasi yang maju, tangguh, dan mampu menjadi penggerak utama kesejahteraan masyarakat serta kemajuan Kabupaten Sumenep,” pungkasnya. (Red/TH)












