MAMASA, MASALEMBO.ID— Bupati Mamasa Welem Sambolangi turut serta bersama Tim SAR Gabungan dalam operasi pencarian terhadap seorang warga bernama Nompo (18) yang dilaporkan hilang di kawasan perbukitan Dusun Salubue, Desa Rantepuang, Kecamatan Sespa, Kabupaten Mamasa, Provinsi Sulawesi Barat.
Memasuki hari kedua operasi pencarian tim mulai bergerak sejak pukul 07.00 WITA, menyisir area hutan dengan radius sekitar tiga kilometer. Pencarian dilakukan secara manual melalui jalur darat, dibantu drone thermal untuk memperluas jangkauan pengamatan di wilayah yang sulit dijangkau.
Bupati Welem yang hadir di lokasi menyampaikan dukungan dan apresiasinya kepada seluruh unsur yang terlibat dalam operasi kemanusiaan tersebut. Ia juga menegaskan pentingnya kerjasama lintas instansi dalam situasi darurat seperti ini.
“Kami bersama seluruh tim akan terus berupaya sekuat tenaga agar korban segera ditemukan. Meskipun medan sulit dan cuaca kurang bersahabat, semangat para petugas di lapangan sangat luar biasa,” ungkapnya di sela-sela peninjauan lapangan.
Operasi SAR ini melibatkan berbagai unsur, antara lain:
- Tim Rescue Kantor Pencarian dan Pertolongan Mamuju
- BPBD Kabupaten Mamasa
- Polsek Mamasa
- KPA Gandang Dewata
- Aparat desa dan masyarakat setempat.
Sejumlah peralatan juga dikerahkan untuk mendukung operasi, termasuk 1 unit truk personel, 1 unit motor trail, serta perlengkapan navigasi, komunikasi, medis, dan evakuasi.
Kondisi di lokasi, cuaca hujan dengan kecepatan angin berkisar 2–30 km/jam dari arah barat laut menuju timur laut, menjadi salah satu kendala utama tim dalam memperluas area pencarian.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas B Mamuju menyebutkan bahwa seluruh unsur SAR terus berupaya maksimal di lapangan.
“Kendala cuaca dan medan berbukit membuat proses pencarian cukup menantang. Namun koordinasi tetap berjalan baik, dan seluruh potensi SAR kami optimalkan agar korban segera ditemukan,” ujarnya.
Hingga pukul 18.00 WITA, hasil pencarian masih nihil. Operasi dihentikan sementara karena faktor cuaca dan keterbatasan visibilitas di lapangan. Tim akan kembali melanjutkan pencarian pada Rabu, 29 Oktober 2025, mulai pukul 07.00 WITA.
Saat berita ini diturunkan, Tim SAR Gabungan masih bersiaga dan memantau kondisi di sekitar perbukitan Salubue, sembari menyiapkan strategi pencarian lanjutan untuk hari berikutnya. (ril/har)












