BPRS Bhakti Sumekar Ajak Masyarakat Isi Kemerdekaan dengan Kemandirian Ekonomi

Direktur Utama BPRS Bhakti Sumekar, H. Hairil Fajar (Masalembo.id)

SUMENEP, MASALEMBO.ID – Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Republik Indonesia tidak sekadar dirayakan dengan upacara atau simbol perayaan. BPRS Bhakti Sumekar menekankan bahwa momentum bersejarah ini harus menjadi pengingat bagi masyarakat untuk meneguhkan semangat kemandirian dan gotong royong, khususnya dalam bidang ekonomi.

Direktur Utama BPRS Bhakti Sumekar, H. Hairil Fajar, menegaskan bahwa kemerdekaan sejati terletak pada kemampuan bangsa untuk berdiri di atas kaki sendiri, termasuk dalam memperkuat fondasi ekonomi daerah. Menurutnya, perayaan 17 Agustus bukanlah seremoni tahunan belaka, melainkan energi baru untuk berkarya nyata.

“Kemerdekaan yang kita nikmati hari ini bukanlah hadiah semata, melainkan hasil dari perjuangan panjang dan pengorbanan luar biasa para pahlawan,” ujarnya (17/08).

Baca Juga  Kominfo Sulbar Sukses Bentuk Tim Tanggap Insiden Siber

Ia menambahkan, tanggung jawab generasi kini adalah melanjutkan cita-cita para pendahulu dengan cara berinovasi, bekerja keras, serta membangun kolaborasi yang solid di tengah tantangan zaman.

“Kewajiban kita adalah mengisi kemerdekaan dengan kerja keras, inovasi, serta kolaborasi yang kuat, khususnya dalam memperkokoh pondasi ekonomi masyarakat,” tegasnya.

Sebagai bank daerah milik Pemkab Sumenep yang berfokus pada inklusi finansial, BPRS Bhakti Sumekar menempatkan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) sebagai ujung tombak kemandirian ekonomi. Tidak hanya memberikan layanan keuangan, BPRS juga aktif mendukung pembangunan desa agar mampu menjadi motor penggerak ekonomi lokal.

Sejak awal Agustus, seluruh kantor cabang BPRS dipenuhi dengan nuansa merah putih. Bagi manajemen, dekorasi itu bukan hanya hiasan, melainkan simbol persatuan sekaligus motivasi untuk mendorong masyarakat ikut serta membangun daerah.

Baca Juga  Industri Rokok Lokal Dorong Pertumbuhan Ekonomi Petani Tembakau Pasongsongan

“Kami ingin mengajak masyarakat untuk tidak berhenti pada euforia simbolis kemerdekaan. Lebih dari itu, semangat membangun daerah harus menjadi tekad bersama. Melalui sinergi antara pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat, kita bisa mewujudkan Sumenep yang lebih mandiri dan sejahtera,” jelasnya.

Selain itu BPRS Bhakti Sumekar juga merealisasikan sejumlah program nyata di sepanjang Agustus sebagai kontribusi bagi pembangunan ekonomi masyarakat.

Kepala Bagian Pemasaran BPRS Bhakti Sumekar, Ahmad Zaini, menyebutkan beberapa langkah konkret, di antaranya pelatihan kewirausahaan, pemberian akses kredit mikro berbunga rendah, hingga kampanye literasi keuangan bagi masyarakat desa.

Baca Juga  DPC GMNI Sumenep Sebut Pemberian Gelar Pahlawan Bagi Soeharto Adalah Lelucon Sejarah

“Kami melaksanakan pelatihan kewirausahaan, memberikan akses kredit mikro dengan bunga rendah, serta menggelar kampanye literasi keuangan yang menyasar UMKM dan masyarakat desa. Harapannya, program ini mampu memperkuat daya saing ekonomi masyarakat sekaligus meningkatkan pemahaman mereka dalam mengelola keuangan,” paparnya.

Selain program ekonomi, BPRS juga menyiapkan agenda sosial. Mulai dari donor darah, santunan anak yatim, bazar UMKM lokal, hingga jalan santai bersama Bupati Sumenep. Rangkaian kegiatan ini diharapkan dapat menumbuhkan rasa kebersamaan sekaligus memberi ruang bagi masyarakat untuk ikut menggerakkan roda ekonomi.

“Momentum kemerdekaan harus kita jadikan titik awal untuk bangkit bersama, memperkokoh solidaritas, serta menatap masa depan yang lebih cerah bagi generasi mendatang,” pungkasnya. (Red/TH)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *