Apel Siaga Pendapatan 100 Persen, Disbudpar Majene Diminta Solid

Avatar photo
Apel siaga pendapatan 100 persen dan launching Diving Pantai Dato Majene, Senin 2 Nopember 2026. (Foto: masalembo.id/Egi)

MAJENE, MASALEMBO.ID — Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Majene dituntut untuk terus menjaga soliditas dalam menjalankan program penarikan pendapatan daerah. Sebagai salah satu Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang memiliki kontribusi signifikan terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD), Disbudpar diminta untuk mengoptimalkan kinerja di sisa waktu tahun anggaran ini.

Pesan tersebut disampaikan oleh Wakil Bupati Majene, Andi Ritamariani Basharu, yang diwakili oleh Asisten Bidang Administrasi Umum (Asisten III) Setda Majene, Inayati Salam, saat menghadiri kegiatan “Apel Siaga Pendapatan 100 Persen” yang dirangkaikan dengan Launching Diving Pantai Dato Majene, Selasa (3/11/2026).

Baca Juga  Rumah-rumah yang Tak Memiliki Plakat Sejarah

Kegiatan ini turut dicanangkan oleh Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Majene, Ahmad Jamaan.
Dalam arahannya, Inayati menekankan kepada seluruh pegawai Disbudpar, khususnya para kolektor penarikan retribusi, agar bekerja dengan mematuhi ketentuan peraturan yang berlaku serta berorientasi pada hasil nyata.

Baca Juga  Hasil Monev Dispar Sulbar, Rumuskan Pengembangan Pariwisata Halal

“Bekerja lebih keras, cerdas dan berorientasi hasil, apalagi waktu kita tinggal dua bulan artinya sangat terbatas,” ujar Inayati saat membacakan sambutan Wakil Bupati Majene.

Selain mengejar target, Inayati juga berpesan agar seluruh potensi pariwisata di Majene dimaksimalkan dengan tetap menjunjung tinggi kejujuran, integritas, dan amanah. Pengelolaan keuangan daerah diingatkan harus dilakukan secara transparan demi mencegah potensi kebocoran anggaran.

Baca Juga  Mendagri Tito Karnavian Tekankan Pentingnya Kordinasi Pemerintah Daerah Kendalikan Inflasi dan Stabilitas Bahan Pokok

“Setiap rupiah yang ditarik merupakan hak daerah, harus dikelola secara transparan dan akuntabel,” tegasnya.

Lebih lanjut, Disbudpar Majene juga diingatkan untuk disiplin menggunakan karcis resmi dalam setiap penarikan retribusi, menghindari kebocoran anggaran, serta memperkuat kerja sama tim tanpa saling menyalahkan dalam menghadapi setiap kendala di lapangan.

“Jangan hanya bicara tentang target, tapi buktikan dengan kerja nyata,” pungkasnya. (har/red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *