MAMUJU, MASALEMBO.ID — Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Sulawesi Barat bergerak cepat merespons kekhawatiran masyarakat terkait kondisi infrastruktur vital di wilayah Kecamatan Bonehau, Kabupaten Mamuju.
Kepala Dinas PUPR Sulbar, Surya Yuliawan Sarifuddin, meninjau langsung kondisi Jembatan Sungai Bonehau pada ruas jalan Bonehau–Kalumpang, Kamis (8/1/2026).
Langkah turun lapangan ini dilakukan menyusul laporan adanya kerusakan pada lantai kayu jembatan lama yang dinilai membahayakan keselamatan pengguna jalan. Sebagai jalur utama penghubung antarwilayah, kondisi jembatan dengan bentang 100 meter dan lebar 5 meter tersebut kini menjadi prioritas penanganan guna mencegah kerusakan yang lebih berat.
“Dari hasil pemantauan di lokasi, memang diperlukan penanganan serius dan berkelanjutan. Akses ini adalah urat nadi masyarakat, sehingga harus berfungsi secara aman dan andal,” tegas Surya Yuliawan di sela-sela peninjauannya.
Dalam rencana perbaikannya, Dinas PUPR akan fokus pada penguatan struktur dan penggantian material lantai jembatan agar lebih tahan lama serta adaptif terhadap kondisi lingkungan sungai. Penggunaan desain baja diharapkan tidak hanya meningkatkan faktor keselamatan, tetapi juga mampu menopang kelancaran mobilitas barang dan orang yang berdampak langsung pada penguatan ekonomi warga sekitar.
Upaya ini merupakan implementasi nyata dari visi-misi Gubernur Sulbar Suhardi Duka dan Wakil Gubernur Salim S. Mengga yang memprioritaskan pembangunan infrastruktur berkelanjutan dan berorientasi pada kesejahteraan rakyat.
Menutup peninjauan tersebut, Surya menegaskan pihaknya akan segera melakukan koordinasi teknis terkait perencanaan dan penganggaran agar pelaksanaan perbaikan berjalan sesuai standar operasional. Pemprov Sulbar berkomitmen untuk terus menghadirkan infrastruktur yang kokoh, fungsional, dan memberikan manfaat jangka panjang bagi seluruh masyarakat. (ril/sub)












