POLEWALI, MASALEMBO.ID – Warga binaan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Polewali Mandar Sulawesi Barat ramai-ramai menghapus tatto, Minggu 14 Juni 2026.
Kegiatan digelar oleh Lapas Polewali Mandar bekerjasama anggota DPRD Provinsi Sulawesi Barat dari partai Golkar Irfan Fahri Putra serta Yayasan Masyaallah Hijrah Tanpa Nama (Mahtan).
Warga binaan terlihat antusias antri menunggu giliran untuk menghapus tatto. Umumnya tatto yang ingin dihapus oleh warga binaan berada di beberapa titik di bagian tubuhnya seperti tangan, lengan, punggung, kaki, dada, dan bagian lainnya.
Sebelum dihapus, bagian tubuh diberi cairan khusus. Penyedia jasa hapus Tatto (Mahtan) menggunakan alat khusus yang ditembakkan menggunakan sinar lazer ke bagian tatto yang akan dihapus.
Waktu yang diperlukan saat memghapus sekitar 15-20 menit, tergantung tingkat kesulitan dan banyaknya tatto yang akan dihapus.
Salah satu peserta hapus tatto bernama, Tasmin, mengaku tidak merasakan sakit. Ia hanya merasakan sedikit nyeri. Warga binaan berharap agar kegiatan ini terus dapat berlanjut kedepan.
“Rasanya seperti digigit semut kecil, lebih sakit waktu tatto dibuat dibanding dihapus,” katanya.
Warga binaan lainnya bernama Tantowi Johari mengaku sangat senang dan bersyukur dengan adanya kegiatan ini, sebab jika dilakukan di tempat lain bisa membutuhkan biaya yang mahal. Ia berinisiatif menghapus tatto karena sudah insyaf dan ingin hijrah kembali ke jalan yang benar.
“Kalau selama ini kan pandangan masyarakat itu buruk, kalau bertatto, selalu negatif jadi saya ingin menghapus tatto,” ujarnya.
KPLP Lapas Polewali Muhammad Arham mengatakan kegiatan program hapus tato ini baru pertama kali digelar di Lapas Polewali Mandar.
Pihak lapas mengaku berterima kasih atas kegiatan yang diprakarsai oleh anggota DPRD Sulbar ini. Antusias warga binaan sangat tinggi untuk menghapus tatto sebab kegiatan ini tidak dipungut biaya.
“Semoga kegiatan hapus tatto ini dapat berkelanjutan kedepannya sehingga warga binaan kami bisa menghapus tattonya,” Muhammad Arham.
Sementara itu anggota DPRD Provinsi Sulbar Irfan Fahri Putra mengatakan, kegiatan tersebut merupakan hasil komunikasi antara pihak Lapas Polewali Mandar dan komunitas Mahtan. Program hapus tatto untuk warga binaan tersebut digelar di dalam lapas tanpa dipungut biaya alias gratis.
Irfan menjelaskan alasan kegiatan ini digelar di lapas karena untuk merangkul warga binaan. Ia mengatakan warga binaan mungkin saja awalnya salah jalan sehingga ada kesadaran dari diri mereka untuk berbuat lebih baik lagi.
“Mungkin mereka nanti jika sudah bebas dari lapas bisa menjalani kehidupan yang baru dan menjadi pribadi yang lebih baik lagi,” pungkasnya. (Ant)












