Darurat Medis di Tengah Laut! Tim SAR Mamuju Evakuasi ABK Kapal Asing

Avatar photo
Tim SAR Mamuju melakukan upaya pertolongan korban ABK Kapal MV Ocean Galaxy yang sedang berlayar dari Australia ke China. (Foto: Basarnas Mamuju)

MAMUJU, MASALEMBO.ID — Situasi darurat medis terjadi di tengah jalur pelayaran internasional pada Rabu (22/4/2026). Tim SAR Gabungan Mamuju bergerak cepat melakukan evakuasi medis (medivac) terhadap seorang anak buah kapal (ABK) MV Ocean Galaxy yang tengah melintas di perairan Mamuju saat berlayar dari Australia menuju China.

Peristiwa ini bermula saat Kantor Pencarian dan Pertolongan (KPP) Mamuju menerima laporan darurat pada pukul 12.16 WITA dari pihak kapal MV Ocean Galaxy.

Dilaporkan bahwa salah satu ABK bernama Muhammad Yanto (58) mengalami dugaan serangan jantung dan membutuhkan penanganan medis segera.

Baca Juga  Gubernur SDK Paparkan Potensi Sulbar ke Pangdam XIV Hasanuddin

Kepala Kantor SAR Mamuju Mahmud Affandi melalui keterangan resminya menyatakan bahwa pihaknya langsung menggerakkan personel untuk merespon laporan tersebut.

“Kami segera melakukan koordinasi intensif dengan berbagai instansi terkait, mulai dari Syahbandar, Balai Besar Kesehatan Pelabuhan, Kantor Imigrasi, hingga Lanal Mamuju guna mendukung kelancaran proses evakuasi medis ini,” terang Mahmud, Rabu (22/4) malam.

Mahmud mengatakan upaya penyelamatan mencapai puncaknya pada sore hari. Tepat pukul 17.23 WITA, KN SAR Parikesit berhasil melakukan manuver sulit dengan sandar (tender) di lambung kiri kapal MV Ocean Galaxy di tengah laut. Korban akhirnya berhasil dipindahkan ke atas kapal SAR pada pukul 17.47 WITA.

Baca Juga  SDK Siap Kolaborasi Ketua Golkar Terpilih

Saat dievakuasi, kondisi Muhammad Yanto sangat tidak stabil. Korban mengalami sesak napas akut dan kelelahan hebat lantaran belum sempat makan maupun beristirahat sejak malam sebelumnya. Tim medis dan rescuer langsung memberikan tindakan awal berupa pemberian oksigen untuk membantu pernapasan korban.

Namun, kondisi fisik korban terus merosot tajam. Pada pukul 18.17 WITA, situasi berubah menjadi semakin kritis ketika korban mengalami muntah, kehilangan kontrol buang air kecil, hingga mulai kehilangan kesadaran. Melihat kondisi tersebut, tim medis segera melakukan tindakan resusitasi jantung paru (RJP) sebagai upaya terakhir penyelamatan nyawa.

Baca Juga  Suhardi Duka: Saya Menyesali Kejadian di RSUD Sulbar dan Akan Evaluasi Menyeluruh

Meski upaya penyelamatan telah dilakukan secara maksimal oleh tim di atas KN SAR Parikesit, takdir berkata lain. Pada pukul 19.14 WITA, tim medis menyatakan bahwa korban tidak lagi menunjukkan tanda-tanda vital, sehingga tindakan RJP dihentikan.

KN SAR Parikesit akhirnya bersandar di Dermaga Lanal Mamuju pada pukul 20.06 WITA. Korban kemudian segera dibawa menggunakan ambulans dan tiba di RS Bhayangkara Mamuju pada pukul 20.15 WITA untuk proses lebih lanjut. (ril/har)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *