SUMENEP, MASALEMBO.ID – Situasi geopolitik global yang tengah memanas tidak menyurutkan pelayanan kepada masyarakat di Kabupaten Sumenep. Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) setempat memastikan bahwa seluruh layanan bagi Calon Pekerja Migran Indonesia (CPMI) tetap berjalan optimal, meskipun dunia internasional tengah menghadapi dinamika yang berpotensi memengaruhi mobilitas tenaga kerja antarnegara.
Pelayanan kepada CPMI terlihat tetap berlangsung di kantor Disnaker Sumenep. Sejumlah warga yang berencana bekerja ke luar negeri tampak mendatangi kantor tersebut untuk mengurus berbagai keperluan administrasi, berkonsultasi terkait prosedur keberangkatan, hingga mencari informasi terbaru mengenai kondisi negara tujuan kerja mereka.
Petugas Disnaker terlihat aktif memberikan penjelasan serta pendampingan kepada para calon pekerja migran. Hal ini dilakukan agar para CPMI memahami secara jelas tahapan prosedur keberangkatan sekaligus memperoleh gambaran mengenai situasi global yang saat ini sedang berkembang.
Kepala Bidang Penempatan Tenaga Kerja Disnaker Sumenep, Eko Kurnia Mediantoro, menegaskan bahwa pihaknya tetap berkomitmen memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat, meskipun situasi internasional tengah menjadi perhatian dunia.
“Kami tetap memberikan pelayanan maksimal kepada CPMI yang akan berangkat maupun yang akan pulang ke Indonesia. Informasi yang jelas dan pendampingan menjadi hal penting agar para pekerja migran memahami prosedur serta situasi yang berkembang di negara tujuan,” katanya (07/03).
Menurut Eko, perkembangan kondisi geopolitik global memang menjadi perhatian berbagai pihak, termasuk pemerintah daerah. Ketegangan yang meningkat antara Iran dan United States menjadi salah satu faktor yang perlu dicermati karena dapat memengaruhi stabilitas kawasan tertentu serta berdampak pada mobilitas internasional.
Situasi tersebut, kata dia, berpotensi berpengaruh pada sejumlah aspek, mulai dari jalur penerbangan internasional, kebijakan keamanan di negara tertentu, hingga kebijakan keimigrasian yang bisa saja berubah sewaktu-waktu. Karena itu, pemerintah daerah terus memantau perkembangan situasi global agar dapat memberikan informasi yang akurat kepada masyarakat.
Meski demikian, Disnaker Sumenep menegaskan bahwa hingga saat ini pelayanan kepada CPMI tetap berjalan normal. Proses pengurusan dokumen, konsultasi keberangkatan, hingga layanan informasi bagi pekerja migran yang akan kembali ke tanah air tetap dilaksanakan seperti biasa.
Selain memberikan pelayanan administratif, Disnaker juga berupaya meningkatkan komunikasi dengan para calon pekerja migran. Hal ini dinilai penting agar setiap pekerja migran memperoleh pemahaman yang cukup mengenai prosedur kerja di luar negeri serta langkah-langkah yang harus dilakukan apabila menghadapi kendala selama berada di negara tujuan.
“Kami juga mengimbau para CPMI agar selalu berkoordinasi dengan Disnaker sebelum berangkat dan ketika menghadapi kendala di luar negeri. Dengan komunikasi yang baik, pemerintah daerah dapat memberikan pendampingan dan solusi yang tepat,” tambahnya.
Koordinasi tersebut dianggap penting untuk memastikan perlindungan bagi para pekerja migran asal Sumenep. Melalui komunikasi yang intensif, pemerintah daerah dapat memantau kondisi mereka sekaligus memberikan bantuan apabila diperlukan.
Di sisi lain, Disnaker Sumenep juga terus menjalin koordinasi dengan instansi terkait, baik di tingkat provinsi maupun nasional, guna memperoleh informasi terkini mengenai perkembangan situasi global yang berpotensi memengaruhi tenaga kerja migran Indonesia.
Langkah ini dilakukan sebagai bagian dari upaya antisipasi agar pemerintah daerah dapat mengambil langkah cepat apabila terjadi perubahan kebijakan atau kondisi tertentu di negara tujuan para pekerja migran.
Dengan pelayanan yang tetap berjalan dan dukungan informasi yang memadai, pemerintah daerah berharap para CPMI asal Sumenep dapat bekerja dengan aman dan nyaman di luar negeri. Selain itu, para pekerja migran juga diharapkan tetap memperoleh kepastian informasi terkait proses keberangkatan maupun kepulangan mereka di tengah dinamika situasi internasional yang terus berkembang. (Red/TH)












