POLEWALI, MASALEMBO.ID– Suasana sunyi di Kampung Buttu, Desa Laliko, Kecamatan Campalagian, Kabupaten Polewali Mandar (Polman) berubah mencekam pada Selasa malam (10/02/2026). Sebuah bus antar-kota dengan nomor polisi DD 7038 SA hilang kendali dan menghantam rumah warga hingga mengalami kerusakan parah.
Bus yang mengangkut sekitar 19 penumpang tersebut tengah menempuh perjalanan dari arah Mamuju menuju Makassar.
Saat melintas di lokasi kejadian sekitar pukul 00.00 WITA, bus tiba-tiba oleng.
Sebelum menghancurkan rumah milik Rasid, bus sempat menghantam saluran air dan pohon kelapa di pinggir jalan.
Benturan keras tersebut menyebabkan dinding dan tiang penyangga rumah dua lantai itu hancur berantakan. Kerugian materiil diperkirakan mencapai ratusan juta rupiah.
Pemilik rumah, Rasid, mengaku sangat terkejut karena kecelakaan terjadi saat keluarganya sedang terlelap tidur.
“Kami semua sudah tidur, tiba-tiba terdengar suara benturan yang sangat keras. Rumah langsung bergetar dan hancur di bagian dinding dan tiang. Kami benar-benar kaget,” ujar Rasid dengan nada lemas.
Di sisi lain, Darman, sopir bus yang kini menjalani perawatan medis, membantah bahwa dirinya mengemudi dalam kondisi mengantuk. Ia berdalih kecelakaan dipicu oleh kondisi jalan yang licin setelah diguyur hujan serta adanya pengendara motor yang melintas mendadak.
“Jalanan licin sekali karena habis hujan. Saya terpaksa banting setir karena menghindari pengendara motor di depan supaya tidak tertabrak. Saya tidak mengantuk,” tegas Darman.
Akibat insiden ini, sopir, kernet, dan sejumlah penumpang mengalami luka-luka. Para korban langsung dilarikan ke puskesmas setempat. Namun, beberapa korban dengan luka cukup serius terpaksa dirujuk ke RSUD Polewali Mandar untuk penanganan lebih lanjut.
Kecelakaan ini sempat menyebabkan kemacetan panjang di Jalur Lintas Barat (Jalibar) Sulawesi. Aparat dari Satlantas Polres Polman telah tiba di lokasi untuk mengamankan arus lalu lintas dan melakukan penyelidikan lebih lanjut.
Pihak kepolisian rencananya akan segera melakukan olah TKP (Tempat Kejadian Perkara) dan mengevakuasi badan bus guna mengetahui penyebab pasti kecelakaan maut tersebut. (ant/har)












