Pria Ini Dilarikan ke RS Wonomulyo Usai Kena Lemparan Kayu di Jalanan oleh OTK

Avatar photo
Korban Harrul Anam saat tiba di RS Pratama Wonomulyo sebelum akhirnya dirujuk ke RSUD Hajjah Andi Depu Polewali akibat luka serius yang dialami usai kena lemparan kayu orang tak dikenal (OTK) saat melintas di Labasang, Polewali. (Asrianto/masalembo.id)

POLEWALI, MASALEMBO.ID – Aksi kekerasan jalanan kembali terjadi di Kabupaten Polewali Mandar. Haerul Anan, warga Ujung Baru, Kecamatan Wonomulyo, menjadi korban pelemparan oleh sekelompok pemuda tak dikenal di wilayah Labasang, Desa Tonrolima, Minggu (11/1/2026) dini hari sekitar pukul 01.30 WITA.

Peristiwa bermula saat korban dalam perjalanan pulang dari Kota Polewali bersama dua rekannya, Pati dan Albar. 

Baca Juga  Langkah Disbudporapar Kabupaten Sumenep Melestarikan Seni dan Budaya Lokal

Saat melintas di Labasang, mereka sempat berpapasan dengan sekelompok pemuda yang berkumpul di tengah jalan. Salah satu dari mereka membawa senjata tajam jenis parang. 

Meski sempat melewati kerumunan tersebut, nahas bagi Haerul, sekitar 200 meter kemudian seseorang dari pinggir jalan melemparkan potongan kayu yang tepat mengenai kepala bagian belakangnya.

Baca Juga  Pemprov Sulbar Bakal Beri Bantuan Mahasiswa Kedokteran Berprestasi, Nilainya Segini

Kapolsek Wonomulyo, AKP Shandu Indrajatiwiguna, mengonfirmasi bahwa pihak kepolisian segera bergerak ke lokasi setelah menerima laporan dari rekan korban. Saat tiba di TKP, petugas menemukan Haerul terkapar di pematang sawah dengan kondisi luka serius di kepala.

“Korban langsung dievakuasi ke RS Pratama Wonomulyo. Namun, karena luka yang dialami cukup parah, korban harus dirujuk ke RSUD Hajja Andi Depu Polewali untuk penanganan medis lebih lanjut,” ujar AKP Shandu.

Baca Juga  Mahasiswa Ulumanda Tuntut Dinas PUPR Sulbar Bertanggungjawab atas Kerusakan Jalan

Hingga saat ini, personel gabungan dari Polsek Wonomulyo dan Resmob Polres Polewali Mandar masih melakukan penyelidikan intensif untuk mengejar para pelaku yang terlibat dalam aksi penyerangan tersebut. (ant/har)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *