Dosen Unsulbar Gelar Pengabdian di Pondok Pesantren Ihyaul Ulum DDI Baruga Majene

Avatar photo
Tim Pengabdian Masyarakat Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik dan Hukum (FISIPOLKUM) Universitas Sulawesi Barat saat menggelar kegiatan pengabdian masyarakat di Pesanteren Ihyal Ulum DDI Baruga, Majene. (Foto: Muhammad Gaus)

MAJENE, MASALEMBO.ID – Civitas akademika Universitas Sulawesi Barat (Unsulbar) menggelar kegiatan pengabdian masyarakat di Pondok Pesantren Ihyaul Ulum DDI Baruga, Kabupaten Majene, Rabu (24/9/2025). Kegiatan ini mendapat sambutan hangat dan antusiasme tinggi dari para santri dan tenaga pendidik yang hadir.

Pengabdian ini diketuai oleh Hendrawan dengan anggota tim Rahmatullah, Muhammad Syihabuddin Taufiq, dan Muhammad Gaus, serta melibatkan dua mahasiswa yaitu Ramadan dan St Nurfaikah. Seluruh dosen dan mahasiswa tersebut berasal dari Program Studi Ilmu Politik, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIPKUM) Universitas Sulawesi Barat. Kegiatan ini terselenggara melalui pendanaan DIPA Universitas Sulawesi Barat.

Baca Juga  Gubernur SDK Komitmen Bina 1000 UMKM di 2026, Ajak Masyarakat Bangga Produk Lokal

Dalam kegiatan ini, tim Unsulbar membagi materi pengabdian ke dalam tiga pokok bahasan utama. Pertama, aspek sosiologis kebijakan, yang mengulas bagaimana kebijakan publik berinteraksi dengan kehidupan sosial masyarakat, termasuk dampaknya terhadap pendidikan pesantren. Kedua, aspek politik kebijakan, yang membahas dinamika politik dan peran aktor-aktor dalam proses lahirnya sebuah kebijakan. Ketiga, pendalaman kebijakan publik, yang memberikan pemahaman lebih luas tentang bagaimana sebuah kebijakan dirumuskan, diimplementasikan, hingga dievaluasi.

Baca Juga  Anggota DPRD Majene Nyatakan Dukungan Penuh Perjuangan DOB Tomatappa
Tim FISIPOLKUM Unsulbar berfoto bersama dengan santri-santriwati Pondok Pesanteren Ihyal Ulum DDI Baruga, Kabupaten Majene. (Foto: Muhammad Gaus)

Para santri terlihat aktif bertanya dan memberikan tanggapan sepanjang sesi berlangsung. Hal ini menunjukkan bahwa santri membutuhkan pengetahuan tentang kebijakan, baik untuk memperluas wawasan intelektual maupun sebagai bekal dalam menghadapi dinamika sosial dan politik di masyarakat. Antusiasme tersebut mencerminkan tingginya minat generasi muda pesantren dalam memahami kebijakan publik, baik dari sisi teori maupun praktiknya.

Baca Juga  Tingkat Pengangguran di Sulbar Terendeh ke-3 di Indonesia

“Kegiatan ini menjadi ruang dialog penting antara akademisi dan masyarakat pesantren. Harapannya, para santri dapat memiliki wawasan lebih luas mengenai dinamika kebijakan publik, sehingga mampu menjadi bagian dari agen perubahan di masyarakat,” ujar Muhammad Gaus, salah satu pemateri dari Unsulbar.

Kegiatan pengabdian ini merupakan bagian dari komitmen Unsulbar untuk terus menghadirkan kontribusi nyata bagi masyarakat, khususnya dalam bidang pendidikan politik, sosial, dan kebijakan publik. (Ril)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *