Seekor Buaya Ditemukan Mati, Mengapung di Sungai Mandar

Avatar photo

POLEWALI, MASALEMBO.ID – Seekor buaya ditemukan mati mengapung di sungai Mandar Kecamatan Tinambung Kabupaten Polewali Mandar, Senin pagi 4 Mei 2026.

Bangkai buaya ini pertama kali ditemukan oleh seorang warga bernama Asmira bersama ayahnya  yang sedang melintas menggunakan perahu saat hendak mencari batu kerikil. Warga tersebut bahkan melakukan live streaming di akun media sosial (Facebook) miliknya.

Asmira mengatakan, saat pertama kali menemukan bangkai buaya ini sekitar pukul 04: 00 WITA subuh. Saat itu bersama ayahnya hendak pergi beraktivitas mengambil batu kerikil. 

Bangakai buaya ditemukan saat terkena cahaya senter, namun saat itu ia tak membawa HP sehingga tidak sempat merekam.

Baca Juga  SDK di Hadapan Alumni PMII: Ada Karakter Anak Muda yang Belum Perang Sudah Kalah

Awalnya ia kaget melihat buaya mengapung di air, namun setelah didekati ternyata buaya tersebut sudah tak bernyawa. Asmira bersama ayahnya berani mendekati karena ia telah yakin buaya ini telah mati dan mengapung dalam posisi terbalik serta tubuhnya telah membengkak.

Saat ditemukan dan diperiksa, tidak ada tanda-tanda luka di tubuh buaya tersebut. Ia bersama ayahhnya lalu berinisiatif membawa bangkai buaya itu ke pinggir sungai.

“Jadi pas pulang saya mau antar kerikil yang saya ambil, saya kerumah ambil HP dan live streaming di FB akhirnya banyak warga bagikan hingga viral,” katanya.

Baca Juga  Kejari Polman Ingatkan PPK Dan Penyedia Patuhi Kontrak Lewat Ekspos Pendampingan Hukum 

Menurut Asmria, sebelumnya ia sudah sering kali melihat buaya yang masih hidup berkeliaran di sekitar sungai, bahkan saat warga sedang beraktifitas seperti mengambil air, mencuci, mandi dan mengambil kerikil atau pasir.

“Sudah sering kita lihat, kadang cuma lewat saja didekat kita,” katanya.

Hal ini dibenarkan oleh tokoh masyarakat setempat, Haidir Jamal, saat dikonfirmasi melalui sambungan telpon.

Mantan Camat Limboro ini mengatakan belum diketahui penyebab pasti kematian buaya ini, karena di tubuh buaya tidak ditemukan tanda-tanda luka. Bangkai buaya ini rencananya akan dikubur di pekuruan jati kelurahan Kandeapi.

Baca Juga  Resmi Dilantik, Kasi Intel Kejari Polman Siap Perkuat Fungsi Intelijen dan Sinergi Publik

“Tadi kita sudah ukur, panjangnya sekitar 2 meter 80 centimeter,” katanya.

Meski satu ekor buaya telah mati, namun Haidir dan pemerintah kecamatan setempat tetap mengimbau warga agar tetap waspada karena diperkirian masih ada kawanan buaya yang lain.

Pemerintah kecamatan dan kelurahan Tinambung telah membuatkan surat laporan untuk disampaikan kepada pihak terkait dalam hal ini Kementerian Kelautan dan perikanan dan pihak terkait lainnya.

Sebelumnya teror buaya telah menghantui masyarakat sekiatar bantaran sungai Mandar Tinambung. Dalam kuran waktu 5 bulan terakhir, sudah ada 4 kali terjadi kasus serangan buaya, 4 warga menjadi korban dan satu diantaranya meninggal dunia. (ant/har)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *