SUMENEP, MASALEMBO.ID – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep mengambil langkah strategis dalam memperkokoh fondasi ekonomi daerah dengan memperkuat sektor perikanan melalui skema kemitraan rantai pasok.
Inisiatif ini diwujudkan lewat penandatanganan Kesepakatan Bersama yang menitikberatkan pada pengelolaan komoditas hasil perikanan secara terintegrasi dan berkelanjutan.
Kebijakan tersebut menjadi bagian dari upaya serius pemerintah daerah dalam mengoptimalkan potensi kelautan yang selama ini menjadi salah satu kekuatan utama wilayah Sumenep. Tidak hanya berorientasi pada peningkatan produksi, tetapi juga diarahkan untuk memperbaiki sistem distribusi, pengolahan, hingga pemasaran hasil perikanan.
Dalam pelaksanaannya, Pemkab Sumenep menggandeng PT Perikanan Indonesia dan CV Bhumiagri Nawasena Perkasa sebagai mitra strategis. Keterlibatan kedua perusahaan ini diharapkan mampu menghadirkan ekosistem perikanan yang modern, efisien, dan berdaya saing tinggi di tengah persaingan pasar global yang semakin ketat.
“Kami mengharapkan kemitraan dengan dua perusahaan itu mampu mendorong percepatan dan pemanfaatan hasil perikanan di Kabupaten Sumenep,” kata Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo seusai penandatangan di Jakarta, (13/04).
Menurutnya, kerja sama ini menjadi momentum penting untuk mendorong transformasi sektor perikanan dari hulu ke hilir. Selama ini, potensi besar yang dimiliki Sumenep belum sepenuhnya memberikan dampak maksimal terhadap kesejahteraan masyarakat, terutama nelayan. Oleh karena itu, pendekatan hilirisasi menjadi solusi utama untuk meningkatkan nilai ekonomi komoditas perikanan.
Sebagai langkah konkret, pemerintah daerah mendorong pembangunan fasilitas pengolahan ikan yang dapat menampung dan mengolah hasil tangkapan maupun budidaya. Infrastruktur ini diyakini mampu mengubah pola bisnis tradisional menjadi lebih modern dan bernilai tambah tinggi.
“Pabrik pengolahan ikan diharapkan komoditas perikanan lokal mampu bersaing di pasar yang lebih luas, meningkatkan pendapatan nelayan, serta mendorong pertumbuhan ekonomi daerah secara berkelanjutan,” terangnya.
Lebih lanjut, Bupati menegaskan bahwa kekayaan sumber daya perikanan Sumenep merupakan aset penting yang harus dikelola secara profesional. Letak geografis yang strategis dengan wilayah laut yang luas menjadikan daerah ini memiliki potensi besar, baik dari sektor tangkap maupun budidaya.
“Potensi ini harus dikelola secara optimal agar mampu memberikan dampak nyata, dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah bagi kesejahteraan masyarakat, khususnya para nelayan dan pelaku usaha,” tambahnya.
Pemerintah daerah juga menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam membangun industri perikanan yang kuat. Melalui Dinas Perikanan, sinergi dengan pelaku usaha dan masyarakat terus diperkuat agar tercipta ekosistem yang sehat dan berkelanjutan.
“Kami optimis dengan kolaborasi yang kuat di sektor perikanan, tidak hanya mampu memenuhi kebutuhan lokal, tetapi bisa menembus pasar yang lebih luas baik regional bahkan internasional,” tambahnya.
Dari sisi mitra, PT Perikanan Indonesia melihat Sumenep sebagai wilayah dengan prospek cerah di sektor perikanan. Beragam potensi yang dimiliki menjadi alasan utama perusahaan untuk terlibat dalam pengembangan rantai pasok di daerah tersebut.
Sementara Direktur Utama PT Perikanan Indonesia Titik Mustilasari mengatakan, pihaknya memilih Kabupaten Sumenep, karena sangat prospektif dalam bidang perikanan, misalnya produksi perikanan tangkap yang mencapai 44 ribu ton pertahun, ekosistem budidaya kerapu premium, potensi rumput laut yang cukup besar dan performa ekspor.
“Kami berharap, kolaborasi ini mendorong peningkatan nilai tambah produk perikanan, memperkuat rantai pasok, serta memberikan dampak positif bagi perekonomian daerah dan kesejahteraan masyarakat,” pungkasnya. (Red/TH)












