Layanan Literasi Tetap Hadir Saat Libur Idul adha Lewat Perpustakaan Keliling

Anak-anak asyik membaca buku dari Perpusling di Taman Adipura Kabupaten Sumenep (Masalembo.id)

SUMENEP, MASALEMBO.ID – Meski layanan utama Perpustakaan Umum Daerah (Perpusda) Kabupaten Sumenep akan ditutup selama masa libur dan cuti bersama Hari Raya Idul adha 1446 H, masyarakat masih dapat menikmati akses buku dan bacaan melalui armada Perpustakaan Keliling (Perpusling). Hal ini menjadi komitmen Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Sumenep dalam menjaga kesinambungan literasi, bahkan saat hari libur nasional.

Sehubungan dengan kebijakan cuti bersama, Perpusda Sumenep akan tidak beroperasi mulai Jumat hingga Senin, 6–9 Juni 2025. Pelayanan baru akan kembali berjalan normal pada Selasa, 10 Juni 2025. Namun, layanan bergerak berupa Perpusling tetap dijadwalkan untuk hadir di tengah masyarakat, terutama pada Sabtu dan Minggu.

Pustakawan Ahli Muda, Drs. Syaiful Bahri, mewakili Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Sumenep, menegaskan bahwa meskipun kantor layanan utama tutup sementara, Perpusling tetap berjalan seperti biasa di lokasi-lokasi yang telah ditentukan.

Baca Juga  Genggam 106 Poin, Aplikasi SIPEMIMPIN PUPR Sulbar Sabet Gelar Inovasi Terbaik

“Meskipun libur Hari Raya Idul adha pelayanan perpustakaan pada Sabtu dan Minggu tidak diliburkan, namun Perpustakaan Keliling tetap kita laksanakan di Taman Adipura dan Tajamara,” ujarnya.

Adapun lokasi dan jadwal Perpusling telah disiapkan secara rutin untuk menjangkau warga, khususnya keluarga yang menghabiskan waktu libur di ruang publik. Pada Minggu, 8 Juni 2025, layanan akan tersedia di Taman Adipura mulai pukul 05.30 hingga 10.00 WIB. Sementara itu, di kawasan Tajamara, masyarakat dapat menikmati fasilitas ini pada sore hari mulai pukul 15.00 hingga 17.00 WIB.

Kehadiran Perpusling di dua tempat strategis tersebut bukan tanpa alasan. Aktivitas warga Sumenep yang padat di kedua ruang terbuka itu, terutama di akhir pekan dan hari libur, menjadi pertimbangan utama agar jangkauan layanan perpustakaan tetap optimal.

“Pelayanan perpustakaan keliling memang sengaja tetap dilaksanakan di dua tempat tersebut, karena anak-anak khususnya yang biasa jalan-jalan bersama orang tuanya banyak yang berminat untuk melihat-lihat dan membaca buku sesuai kesukaan mereka,” jelasnya.

Baca Juga  Setahun Berjalan Tabungan Berani Simpel BPRS Bhakti Sumekar Mendapatkan Respon Positif

Program Perpusling memang telah menjadi sarana penting untuk memperluas akses literasi. Selain menawarkan berbagai jenis buku bacaan populer untuk anak-anak hingga dewasa, keberadaannya juga menjadi media edukatif alternatif di tengah era digital yang semakin mendominasi.

Lebih lanjut, bagi warga yang tidak sempat datang langsung ke lokasi Perpusling, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan juga menyediakan layanan perpustakaan digital berbasis aplikasi. Dengan akun iSumenep, masyarakat bisa membaca buku elektronik kapan saja dan dari mana saja.

“Dan bagi pemustaka juga tetap bisa membaca dari mana saja, dengan mengakses bacaan melalui akun perpustakaan digital kami iSumenep,” tandasnya.

Langkah ini menjadi bagian dari transformasi layanan perpustakaan di Kabupaten Sumenep yang tak hanya hadir secara fisik, namun juga merambah ke dunia digital. Tujuannya tak lain adalah untuk menjamin bahwa akses terhadap ilmu pengetahuan tetap terbuka luas, bahkan ketika pelayanan konvensional sedang tidak aktif karena hari besar.

Baca Juga  Bakesbangpol Sumenep Alokasikan Anggaran Rp180 Juta untuk Seragam Paskibraka 2025

Dengan adanya Perpusling yang aktif di tengah libur Iduladha, diharapkan minat baca masyarakat Sumenep tetap terjaga. Kehadiran buku di tengah ruang publik bukan sekadar menyediakan bahan bacaan, namun juga menghidupkan kembali semangat belajar di ruang-ruang keluarga dan komunitas.

Dinas Perpustakaan dan Kearsipan pun mengajak masyarakat, khususnya para orang tua, untuk menjadikan momentum libur ini sebagai waktu berkualitas bersama anak melalui aktivitas membaca di Perpusling. Kebiasaan positif ini diharapkan dapat membentuk budaya literasi sejak dini yang akan memberi dampak positif jangka panjang bagi kemajuan daerah. (Red/TH)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *