Divia Queen Hoke Resmi Pimpin BEM Nusantara Sulawesi, Tekankan Solidaritas dan Kolaborasi

Avatar photo
Pengurus BEM Nusantara Sulawesi saat hadir dan menggelar Forum Konsolidasi Nusantara di BPMP Sulawesi Barat di Kabupaten Majene, 22 Oktober 2026. (Foto: BEM Nusantara Sulawesi)

MAJENE, MASALEMBO.ID – Forum Konsolidasi Nusantara (Konsolnus) Pulau Sulawesi yang diselenggarakan oleh Aliansi BEM Nusantara Pulau Sulawesi di BPMP Provinsi Sulawesi Barat di Kabupaten Majene pada Kamis (22/10/2026) menetapkan Divia Queen Hoke dari Universitas Kristen Indonesia Tomohon sebagai Koordinator Nusantara Pulau Sulawesi, dan Iksan Prawira sebagai Sekretaris.

Penetapan ini menjadi momentum krusial untuk memperkuat konsolidasi organisasi, membangun solidaritas antarelemen mahasiswa, serta menyatukan arah gerakan mahasiswa di seluruh wilayah Pulau Sulawesi.

Baca Juga  DKP Sulbar Bersama Pemkab Majene Bahas Strategi Optimalisasi Aset Pemerintah Provinsi

Tidak hanya berhenti sebagai forum penetapan kepemimpinan, Konsolnus ini dirancang menjadi ruang strategis untuk merumuskan langkah nyata dalam merespons berbagai persoalan sosial, pendidikan, kesehatan, dan kebangsaan.

Sebagai Koordinator Nusantara Pulau Sulawesi terpilih, Divia Queen Hoke menegaskan bahwa kepemimpinan yang diemban merupakan panggilan untuk merajut persatuan dan menghadirkan kerja nyata di tengah masyarakat.

Baca Juga  Bupati Samsul Mahmud Buka TMMD ke-127 Kodim 1402 Polman di Kecamatan Bulo

“Amanah ini bukan hanya tentang kepemimpinan, tetapi tentang bagaimana kita membangun persatuan, merawat solidaritas, dan memastikan bahwa setiap gagasan yang lahir dari konsolidasi dapat diwujudkan melalui kerja nyata,” kata Divia lewat keterangan tertulisnya, diterima laman ini, Sabtu (24/10).

“Saya berharap BEM Nusantara Pulau Sulawesi menjadi ruang bersama untuk menyatukan visi, memperkuat kolaborasi, dan menghadirkan gerakan mahasiswa yang responsif terhadap persoalan masyarakat,” ujar Divia Queen Hoke.

Baca Juga  Bau Akram Ditunjuk Plh Kadis Kepemudaan, Olahraga, Pariwisata dan Ekonomi Kreatif

Dengan terbentuknya kepemimpinan baru ini, Aliansi BEM Nusantara Pulau Sulawesi diharapkan mampu mengubah perbedaan latar belakang organisasi dan pandangan menjadi kekuatan kolektif yang inklusif serta kritis.

Kepemimpinan ini juga mengemban tanggung jawab besar untuk memastikan organisasi terus hadir menjalankan fungsi intelektual, sosial, dan advokasi secara berkelanjutan bagi kepentingan masyarakat luas. (har/red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *