SUMENEP, MASALEMBO.ID – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan generasi muda dari wilayah kepulauan. Di tengah keterbatasan fasilitas olahraga, semangat juang pelajar dari Pulau Masalembu justru mampu menembus kerasnya persaingan di tingkat Provinsi Jawa Timur melalui ajang olahraga sepak takraw.
Dua pelajar SMA DDI Masalembu, Muhammad Yunus yang berperan sebagai smes dan Syahrullah sebagai pengumpan, sukses mengharumkan nama Kabupaten Sumenep dalam Kejuaraan Sepak Takraw tingkat SMA, SMK, dan MA se-Jawa Timur. Kejuaraan tersebut berlangsung di Kabupaten Malang pada 6-7 Juni 2026, dan diikuti oleh puluhan tim terbaik dari berbagai daerah.
Perjalanan keduanya di turnamen ini tidaklah mudah. Sejak babak penyisihan, mereka harus menghadapi lawan-lawan tangguh yang berasal dari daerah dengan fasilitas latihan jauh lebih memadai. Namun, berbekal kerja sama tim yang solid serta kemampuan teknik yang terus diasah, mereka mampu melangkah hingga babak semifinal.
Langkah mereka akhirnya terhenti setelah dikalahkan oleh tim tuan rumah Kabupaten Malang. Meski demikian, perjuangan mereka tidak berakhir sia-sia. Muhammad Yunus dan Syahrullah berhasil meraih posisi ketiga dan membawa pulang medali serta piala untuk Kabupaten Sumenep.
Capaian tersebut menjadi bukti nyata bahwa keterbatasan bukanlah penghalang untuk meraih prestasi. Konsistensi permainan dan ketangguhan mental menjadi faktor penting yang mengantarkan mereka hingga ke babak krusial dalam kompetisi bergengsi tersebut.
Guru PJOK SMA DDI Masalembu yang juga menjadi pelatih mereka, Ihza, menyampaikan rasa bangga atas pencapaian anak didiknya. Ia menilai keberhasilan ini tidak lepas dari kerja keras dan disiplin para siswa, serta dukungan penuh dari pihak sekolah dan orang tua.
Menurutnya, prestasi ini menjadi bukti jika keterbatasan sarana bukanlah penghalang bagi siswa untuk berprestasi. Selama memiliki tekad dan semangat yang kuat dan menembus batas kelaziman dengan mental baja semesta akan bahu membahu merealisasikannya.
“Ini adalah bukti bahwa anak-anak kepulauan juga mampu bersaing di tingkat provinsi. Kami berharap prestasi ini bisa menjadi motivasi bagi siswa lainnya untuk terus berusaha dan mengembangkan potensi yang dimiliki,” ujarnya (07/06) malam.
Ia juga menjelaskan bahwa proses persiapan menuju kejuaraan dilakukan dengan penuh perjuangan. Latihan digelar secara intensif meskipun dengan fasilitas yang sederhana. Selain kemampuan teknik, aspek mental juga menjadi perhatian utama dalam pembinaan atlet.
“Kami melatih mereka bukan hanya secara teknik, tetapi juga mental. Karena di pertandingan, tekanan sangat tinggi. Alhamdulillah mereka mampu tampil percaya diri dan memberikan yang terbaik,” jelasnya.
Kejuaraan Sepak Takraw Provinsi Jawa Timur tahun ini berlangsung kompetitif. Setiap kabupaten dan kota mengirimkan atlet terbaiknya, sehingga persaingan berlangsung ketat sejak awal pertandingan. Dalam kondisi tersebut, keberhasilan dua pelajar dari Masalembu menjadi sorotan tersendiri, mengingat latar belakang geografis mereka yang berada di wilayah kepulauan terpencil.
Salah satu atlet, Muhammad Yunus, mengaku tidak menyangka dapat meraih prestasi di tingkat provinsi. Ia menyebut perjalanan panjang yang dilalui, mulai dari latihan hingga menuju lokasi pertandingan, menjadi pengalaman yang sangat berharga.
“Kami hanya ingin memberikan yang terbaik untuk sekolah dan daerah. Semoga ini menjadi awal untuk prestasi yang lebih besar ke depannya,” ungkapnya.
Tak hanya Yunus dan Syahrullah, Pulau Masalembu juga mengirimkan dua pelajar lain dari sekolah berbeda, yakni Gali Romadoni yang berposisi sebagai tekong dan Moh. Unais Martin sebagai pengumpan. Secara keseluruhan, terdapat empat pelajar yang mewakili Cabang Dinas Pendidikan Kabupaten Sumenep dalam ajang tersebut. (Red/TH)












