Wakaf Tanah di Majene Senilai Rp 2 Miliar Diterima Muhammadiyah

Avatar photo
Penyerahan sertifikat tanah wakaf kepada Perserikatan Muhammadiyah diwakili Pengurus Wilayah Sulawesi Barat. (Foto: Muhammadiyah Sulbar/dok)

MAJENE, MASALEMBO.ID – Persyarikatan Muhammadiyah Kembali mendapat kepercayaan dari warga, kali ini Muhammadiyah memperoleh wakaf berupa tanah di pusat kota Kabupaten Majene, Sulawesi Barat senilai kurang lebih Rp 2 milyar. Proses administrasi sertifikasi aset tanah itu berjalan dengan lancar, Muhammadiyah menyampaikan apresiasi ke Badan Pertanahan Nasional (BPN).

Kepastian Muhammadiyah menerima tanah wakaf ditandai dengan penyerahan sertifikat kepemilikan tanah dari pemberi wakaf, Hj.Halamiah Machmud ke Perserikatan Muhammadiyah.

Sertifikat tanah wakaf itu diserahkan kepala BPN Majene, Muhammad Ilham Yamin dan diterima Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Sulbar, KH Wahyun Mawardi, Ahad (5/4/2026) dalam rangkaian acara Halal bihalal Muhammadiyah & Aisyiyah Sulbar di aula BPMP di Rangas, Majene.

Baca Juga  143 Orang Tua Tamat SOTH Sumenep, Bangun Generasi Hebat Lewat Ilmu Pengasuhan

Keterangan yang disampaikan pihak keluarga Hj Halamiah, Nursahdi Saleh, tanah yang diwakafkan itu seluas 3.392 meter persegi berada di pusat kota Kabupaten Majene, tepatnya di jalan Ammana Pattolawali, sekitar 100-an meter dari stadion Majene.

“Alasan pemberi wakaf menyerahkan tanah ke Muhammadiyah karena beliau percaya Muhammadiyah sebagai organisasi sosial dan keagamaan, akan menggunakan untuk kemaslahatan ummat,” kata Nursahdi.

Mengacu di berbagai sumber informasi, harga rata-rata tanah di pusat kota Majene saat ini mencapai Rp 1,5 juta hingga Rp 4 juta per meter. Sehingga dengan luas 3.392 meter persegi harga aset tersebut diperkirakan mencapai Rp 2 miliar.

Baca Juga  Panwascam Masalembu Siap Berseniergi Dengan Kepolisian Sukseskan Pilkada 2024

Selain tanah wakaf, dalam momentum Halal Bihalal itu juga diserahkan sertifikat tanah berupa aset Muhammadiyah di Polewali Mandar seluas 2.800 meter persegi. Kepala BPN Polewali Mandar, Kartini menyerahkan sertifikat aset itu dan diterima oleh Ketua PWM Sulbar Wahyun Mawardi.

Wahyun Mawardi menjelaskan aset di Muhammadiyah semua atas nama Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Ia menyampaikan apresiasi dan penghargaan setinggi- tingginya kepada pemberi wakaf yang telah mempercayakan aset tanahnya dikelola Muhammadiyah.

Ketua PWM Wahyun juga menyanmpaikan terima kasih atas kerja sama dan bantuan BPN sehingga proses sertifikasi aset berjalan dengan baik.

” Tentu selain pemberi wakaf, bapak dan ibu dari BPN yang membantu proses administrasi juga akan mendapat pahala,” katanya.

Baca Juga  Bentuk Komitmen Layani Warga, Bupati Arsal Aras Teken Perjanjian Kinerja Lingkup Pemkab

Dalam rangkaian acara halal bihalal tersebut, juga diserhakan Surat Izin Operasional SD Muhammadiyah 1 Majene dari Pemkab Majene.

Acara Halal bihalal Muhammadiyah dan Aisyiyah Sulbar dihadiri lebih dari 500 warga, simpatisan, serta sejumlah tokoh.

Tampak hadir Sekda Provinsi Sulbar Junda Maulana mewakili Gubernur, Kepala BPMP Dr Haksan Darmawan, Rektor Unimaju Dr Muhammad Tahir, serta Rektor ITBM Nursahdi Saleh.

Bertindak sebagai pembawa hikmah halal bihalal yakni Guru Besar IAIN Parepare yang juga pakar bidang Ilmu Hadis Tarbawi, Prof Dr KH Mahsyar Idris. (ril/har)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *