143 Orang Tua Tamat SOTH Sumenep, Bangun Generasi Hebat Lewat Ilmu Pengasuhan

Avatar photo
Ketua TP-PKK Kabupaten Sumenep Nia Kurnia saat menghadiri wisuda SOTH (Foto: Masalembo.id)
Ketua TP-PKK Kabupaten Sumenep Nia Kurnia saat menghadiri wisuda SOTH (Foto: Masalembo.id)

SUMENEP, MASALEMBO.ID – Komitmen dalam membangun keluarga berkualitas kembali ditunjukkan oleh Pemerintah Kabupaten Sumenep melalui gelaran Wisuda Sekolah Orang Tua Hebat (SOTH) Angkatan ke-III, yang diadakan pada Selasa, 8 Juli 2025 di Aula Griya Wiyata MAN 1 Sumenep.

Dalam kegiatan ini, sebanyak 143 orang tua resmi dinyatakan lulus dari program edukatif tersebut yang digagas oleh Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DKP2KB) bersama TP-PKK Kabupaten Sumenep.

Acara ini menjadi lebih dari sekadar seremoni kelulusan, melainkan juga bentuk nyata bagaimana peran orang tua sebagai pilar utama dalam pendidikan anak mulai diperkuat melalui pendekatan berbasis ilmu. Ketua TP-PKK Sumenep, Nia Kurnia Fauzi, menekankan bahwa proses pengasuhan anak saat ini tidak bisa lagi bersandar pada pengalaman tradisional semata.

Baca Juga  20 Calon Pejabat Pratama Ikuti Seleksi Terbuka di LAN Makassar, Diapresiasi Pemerintah Kabupaten Mamuju

“Pengasuhan anak bukan hanya naluri, tapi sebuah ilmu yang harus terus kita pelajari. Terutama di masa digital seperti sekarang, menjadi orang tua hebat bukan lagi pilihan, tapi sudah menjadi keharusan,” ujar Nia, istri Bupati Sumenep itu.

Ia menegaskan bahwa lima tahun pertama kehidupan anak adalah fase krusial yang akan membentuk karakter, kecerdasan, dan sikap anak ke depannya. Jika dalam fase itu orang tua tidak memiliki pengetahuan yang cukup tentang pengasuhan, dampaknya bisa berakibat panjang bagi masa depan si anak.

Menurut Nia, Program SOTH hadir sebagai jawaban atas kegelisahan orang tua masa kini, terutama dari kalangan milenial yang harus menghadapi tantangan besar dalam mendidik anak di tengah derasnya arus digitalisasi dan informasi.

Baca Juga  Bupati Sumenep Beri Bekal Gratis untuk Pemudik Pulau Masalembu

“Kurikulumnya singkat, aplikatif, dan setiap peserta didampingi oleh para pendamping profesional. Ini yang membuat banyak orang tua tertarik dan merasa terbantu,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala DKP2KB Kabupaten Sumenep, Dr. Ellya Fardasyah, M.Kes, memberikan penjelasan detail mengenai distribusi peserta. Menurutnya, 143 peserta yang diwisuda kali ini berasal dari delapan desa dan kelurahan di Kecamatan Kota Sumenep, yaitu:

Desa Kebunan: 21 orang

Desa Kebunagung: 15 orang

Desa Pamolokan: 20 orang

Desa Kolor: 16 orang

Desa Pandian: 18 orang

Desa Pangarangan: 19 orang

Kelurahan Bangselok: 18 orang

Baca Juga  DPRD Sumenep Minta Disperkimhub Lebih Inovatif Tingkatkan PAD Perhubungan

Kelurahan Karangduak: 19 orang

Dr. Ellya menyebut bahwa tingginya partisipasi masyarakat membuktikan bahwa kesadaran orang tua akan pentingnya pendidikan pengasuhan semakin meningkat. Ia juga menyampaikan bahwa pihaknya akan terus mengembangkan program ini ke wilayah-wilayah lain di Kabupaten Sumenep.

“Kami melihat hasil yang sangat positif. Peserta tidak hanya mendapat ilmu, tapi juga membentuk komunitas saling belajar sesama orang tua. Ini adalah modal sosial yang luar biasa untuk penguatan keluarga,” tuturnya.

Prosesi wisuda yang berlangsung khidmat juga diisi dengan sesi testimoni dari para peserta. Mereka menyampaikan bahwa keikutsertaan dalam program SOTH membawa dampak besar dalam cara mereka mendidik dan memahami kebutuhan anak. (Red/TH)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *