SDK Pindah ke Rumah Jabatan: Kalau Mau Temui Saya Sesudah Jam Kerja

Avatar photo
Suhardi Duka sesaat sebelum masuk kedalam rumah jabatan Gubernur Sulbar di Kompleks Kantor Gubernur Jalan Abdul Malik Pattana Endeng, Rangas, Mamuju. (Foto: Kominfo Sulbar)

MAMUJU, MASALEMBO.ID – Gubernur Sulawesi Barat (Sulbar), Suhardi Duka, mengingatkan masyarakat agar tidak datang ke Rumah Jabatan (Rujab) Gubernur pada pagi hari. Ia menegaskan, waktu tersebut sepenuhnya digunakan untuk bekerja di kantor demi menjaga kedisiplinan.

“Semoga rumah jabatan ini bisa ditempati beraktivitas, saya menerima tamu, kecuali pagi-pagi. Karena kalau pagi saya ke kantor. Jadi mohon kepada masyarakat, kalau hari kerja jangan datang pagi-pagi ke rumah jabatan,” tegas Suhardi Duka, Selasa, 18 November 2025.

Pesan tersebut disampaikan saat Suhardi Duka resmi menempati Rujab Gubernur Sulbar di kompleks perkantoran Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulbar. Kepindahan ini dilakukan setelah proses rehabilitasi bangunan rampung dan dinyatakan layak digunakan.

Baca Juga  Lagi, Keluarga Pasien RSUD Majene Keluhkan Pelayanan Obat

Rujab tersebut pertama kali dibangun pada masa Gubernur Sulbar periode 2016–2026, Anwar Adnan Saleh. Sejak itu, rumah jabatan tersebut berganti penghuni beberapa kali: Pj Gubernur Carlo Brix Tewu (2006–2016), Gubernur Ali Baal Masdar (2017–2022), Pj Gubernur Akmal Malik (2022–2023), Pj Gubernur Zudan Arif Fakrulloh (2023–2024), dan Pj Gubernur Bahtiar Baharuddin (2024–2025). Kini, Suhardi Duka menjadi gubernur ketujuh yang menempati rumah jabatan itu.

Baca Juga  Masalembu Menuju Sentra Peternakan Kambing Boer, Darul Hasyim Fath Dorong Ekonomi Kerakyatan

Dalam keterangannya, Suhardi Duka mengatakan bahwa tinggal di rumah jabatan adalah bagian dari tanggung jawab seorang gubernur.

“Merupakan kewajiban bagi seorang gubernur untuk tinggal di rumah jabatan,” ujarnya.

Ia juga menjelaskan alasan mengapa tidak langsung menempati Rujab setelah dilantik. Menurutnya, ada beberapa bagian bangunan yang harus diperbaiki terlebih dahulu agar layak dihuni.

“Kenapa saya tidak langsung masuk? Karena ada beberapa kerusakan, ada yang bocor dan lain sebagainya. Sehingga kita rehab dulu. Sekarang sudah selesai semuanya, sudah PHO dan BPK juga sudah tinjau. Dengan demikian, kita langsung masuk hari ini,” jelasnya.

Baca Juga  Seorang Guru Honorer Mengamuk di Kantor Disdikpora Majene, Protes Pengurusan Berkas PPPK

Suhardi Duka berharap, Rujab dapat menjadi tempat yang nyaman untuk beraktivitas dan menerima tamu. Ia juga membuka kesempatan bagi masyarakat yang ingin bersilaturahmi di luar jam kerja.

“Kalau mau temui sesudah jam kerja di sini, silakan datang. Terbuka bagi siapa saja,” tuturnya. (ril/har)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *