WHO Australia Tinjau Penanganan KLB Campak di Kabupaten Sumenep

Avatar photo
Perwakilan WHO Australia berfoto bersama dengan Wabub Sumenep Imam Hasyim (Masalembo.id)

SUMENEP, MASALEMBO.ID – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep terus mempercepat langkah penanganan Kejadian Luar Biasa (KLB) campak yang sejak 25 Agustus 2025 ditetapkan di wilayah tersebut. Komitmen itu kembali ditegaskan oleh Wakil Bupati (Wabup) Sumenep, Imam Hasyim, usai menerima kunjungan perwakilan World Health Organization (WHO) Australia, Dr. Chavia, pada Rabu (10/9/2025).

Pertemuan berlangsung di Rumah Dinas Wabup Sumenep, Jl. Dr. Cipto, Desa Kolor, Kecamatan Kota. Hadir pula jajaran Dinas Kesehatan P2KB, Dinas Pendidikan, serta sejumlah pejabat terkait yang mendampingi Dr. Chavia meninjau kondisi lapangan.

Dalam pertemuan itu, Wabup Imam menyampaikan bahwa cakupan imunisasi campak di Sumenep telah mencapai sekitar 70 persen. Namun, angka ini masih perlu ditingkatkan agar penyebaran penyakit bisa ditekan secara signifikan.

Baca Juga  Halaman Depan Sumenep Gelap Gulita

“Imunisasi adalah langkah paling efektif dalam melindungi anak-anak dari ancaman campak. Kami bersama Dinas Kesehatan dan semua pihak bergerak cepat agar cakupan bisa menjangkau lebih banyak anak,” ujarnya.

Ia menekankan, percepatan penanganan KLB bukan hanya tugas pemerintah, tetapi juga membutuhkan keterlibatan masyarakat luas. Menurutnya, peran orang tua, tenaga pendidik, hingga tokoh agama sangat penting untuk memastikan anak-anak mendapat imunisasi sesuai jadwal.

Selain sebagai pejabat publik, Imam Hasyim yang juga dikenal sebagai pengasuh pondok pesantren, turut menyerukan langsung kepada masyarakat agar mendukung penuh program imunisasi.

“Kami mengajak semua orang tua untuk memberikan pemahaman tentang pentingnya imunisasi sejak bayi usia nol bulan hingga anak sembilan tahun. Mencegah tentu lebih baik daripada mengobati,” tegasnya.

Baca Juga  Antisipasi Cuaca Ekstrem, Pemkab Sumenep Instruksikan Warga Waspada

Ia juga menambahkan bahwa upaya ini bukan sekadar program pemerintah, tetapi tanggung jawab bersama demi melindungi generasi muda Sumenep dari ancaman wabah.

Salah satu isu yang turut dibahas dalam pertemuan dengan WHO adalah keraguan masyarakat terkait status halal dan haram vaksin. Dr. Chavia menyinggung tantangan itu, yang kerap menjadi alasan sebagian orang tua enggan memberikan imunisasi pada anaknya.

Menanggapi hal tersebut, Wabup Imam memastikan Pemkab Sumenep telah menggandeng Majelis Ulama Indonesia (MUI), Nahdlatul Ulama (NU), Muhammadiyah, Kementerian Agama, hingga kader posyandu untuk turun langsung memberikan penjelasan kepada masyarakat.

Baca Juga  Langkah Pemkab Sumenep Percepat Pembangunan Gerai KDKMP

“Memang ada perbedaan pandangan, ada yang menganggap halal, ada pula yang meragukan. Namun dengan kerja sama berbagai pihak, alhamdulillah masyarakat mulai menerima dan lebih tenang,” jelasnya penuh optimisme.

Kunjungan WHO Australia ini diharapkan menjadi momentum untuk memperkuat kolaborasi antara pemerintah daerah, organisasi masyarakat, tokoh agama, serta lembaga internasional. Suasana hangat dan penuh semangat dalam pertemuan itu menegaskan bahwa semua pihak memiliki tujuan sama: menghentikan penyebaran campak di Sumenep.

“Dengan dukungan semua elemen, kami yakin Sumenep bisa segera masuk zona aman dari KLB campak. InsyaAllah ini bisa terwujud,” ujarnya. (Red/TH)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *