Tak Ada Nama Demmatande, Ini 10 Pahlawan Nasional yang Ditetapkan Pemerintah Tahun Ini

Avatar photo
Gambar lukisan Demmatande, pejuang asal Mamasa Provinsi Sulawesi Barat. (Ist/net)

JAAKARTA, MASALEMBO.ID – Dalam peringatan Hari Pahlawan Nasional 10 November tahun ini, Pemerintah Indonesia melalui Presiden Prabowo Subianto telah menetapkan 10 tokoh sebagai Pahlawan Nasional terbaru. Namun, nama Demmatande—pejuang kemerdekaan dari Kabupaten Mamasa, Sulawesi Barat—yang telah diajukan oleh Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat, belum masuk dalam daftar resmi yang diumumkan pemerintah pusat.

Demmatande dikenal sebagai tokoh yang memimpin perlawanan rakyat Mamasa melawan penjajahan kolonial Belanda pada awal abad ke-20. Lahir di Paladan, Mamasa, dari keluarga bangsawan, Demmatande menolak tunduk pada kebijakan kejam penjajah, khususnya pajak mencekik dan kerja paksa. Ia mengorganisir rakyat, membangun persekutuan dengan pejuang dari wilayah Toraja, Mandar, dan Bugis, dan berjuang mempertahankan wilayah Pitu Ulunna Salu (PUS) dari serbuan kolonial. Dalam pertempuran besar di Benteng Salubanga sekitar Oktober 1914, Demmatande gugur bersama istri dan puluhan pengikutnya setelah berjuang dengan gagah berani hingga akhir hayat. Warisannya tetap hidup, dan semangatnya menjadi inspirasi bagi masyarakat Sulawesi Barat hingga kini.

Baca Juga  Junda: Anggaran Harus Rasional, Pemanfaatan Harus Jelas

Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat sudah menyelesaikan seluruh syarat administratif dan dukungan surat dari berbagai pihak, serta optimis suatu saat Demmatande akan dianugerahi gelar Pahlawan Nasional. Sayangnya, tahun ini nama Demmatande masih absen dari daftar penerima.

Adapun sepuluh nama yang mendapat gelar Pahlawan Nasional tahun ini, sebagaimana tercantum dalam dokumen resmi, yaitu:

Baca Juga  Deep Learning dalam Pendidikan: Dari Ruang Kelas Menuju Kehidupan Nyata
NONAMAPROVINSI
1Almarhum K.H. Abdurrahman WahidJawa Timur
2Almarhum Jenderal Besar TNI H. M. SoehartoJawa Tengah
3Almarhumah MarsinahJawa Timur
4Almarhum Prof. Dr. Mochtar KusumaatmadjaJawa Barat
5Almarhumah Hajjah Rahmah El YunusiyyahSumatera Barat
6Almarhum Jenderal TNI (Purn) Sarwo Edhie WibowoJawa Tengah
7Almarhum Sultan Muhammad SalahuddinNusa Tenggara Barat
8Almarhum Syaikhona Muhammad KholilJawa Timur
9Almarhum Tuan Rondahaim SaragihSumatera Utara
10Almarhum Zainal Abidin SyahMaluku Utara
Sumber: Sekretariat Militer Presiden

Proses penetapan ini melewati seleksi ketat mulai dari tingkat daerah hingga nasional, mempertimbangkan dedikasi, jasa, dan pengorbanan para calon pahlawan bagi bangsa. Nama-nama yang terpilih tahun ini mencerminkan keberagaman kontribusi bangsa Indonesia, mulai dari bidang keagamaan, militer, diplomasi, pergerakan buruh, hingga pembelaan hak-hak masyarakat.

Baca Juga  Gubernur SDK: Dua Pejabat Pemprov Ajukan Izin Ikut Seleksi Sekprov

Kehadiran mantan Presiden Soeharto dalam daftar juga menjadi perhatian luas dan memunculkan perdebatan karena rekam jejak panjangnya yang kaya prestasi namun juga penuh kontroversi. Sementara itu, nama Marsinah, aktivis buruh perempuan korban kekerasan rezim, menjadi simbol perlawanan terhadap ketidakadilan.

Masyarakat Sulawesi Barat, khususnya Mamasa, tetap berharap suatu saat perjuangan Demmatande akan memperoleh pengakuan di tingkat nasional sesuai dengan pengorbanannya membela kemerdekaan tanah air. Untuk sementara, perjuangan mengenang dan menghormati jasa Demmatande tetap dilanjutkan di ranah lokal dan budaya, sembari menanti keputusan pemerintah di masa mendatang.

Hari Pahlawan tahun ini sekali lagi menegaskan bahwa perjuangan dan pengorbanan untuk negeri bisa datang dari berbagai penjuru tanah air. Pengakuan sebagai Pahlawan Nasional hanyalah satu bentuk penghormatan; namun semangat kepahlawanan dari pejuang-pejuang lokal seperti Demmatande akan selalu hidup di hati masyarakatmasyarakatnya. (*/Har)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *