MAJENE, MASALEMBO.ID — Lembaga Literasi Kota Tua bekerja sama dengan Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Majene menggelar diskusi publik bertajuk “Moderasi Dalam Lintas Aliran dan Agama” di Cafe Kota Tua Majene, Selasa malam (6/10/2026).
Kegiatan ini digelar untuk merespons dinamika sosial masyarakat serta mendorong pemahaman nilai-nilai toleransi, khususnya bagi kalangan mahasiswa dan warga setempat.
Ketua Panitia Kegiatan, Ustadz Qirbal, menjelaskan bahwa topik moderasi diangkat karena kerap menghadapi tantangan saat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
“Tema moderasi ini sengaja dipilih karena kadang mudah dibicarakan dan didiskusikan, tetapi masih sering susah dalam praktik dan pengamalan dalam bersosial dan bermasyarakat,” ujar Ustadz Qirbal di sela-sela acara.
Ia menambahkan, forum ini ditujukan untuk memberikan pemahaman mendalam mengenai esensi moderasi beragama di tengah keberagaman etnis, budaya, dan kepercayaan.
“Kita mau mahasiswa dan masyarakat bisa mengetahui apa itu moderasi. Dengan dijadikannya Majene sebagai kota pendidikan tempat tumbuhnya banyak kampus, tentu banyak pendatang yang hadir dari luar daerah,” lanjutnya.
Melalui diskusi ini, panitia berharap Majene dapat terus menjaga iklim sosial yang kondusif sesuai dengan julukannya sebagai kota yang menjunjung tinggi kesantunan dan keharmonisan.
“Harapannya agar Kota Majene seperti taglinenya, kota Mala’biq, di mana masyarakatnya mampu saling menerima dan menghormati perbedaan. Sehingga tercipta keamanan dan ketertiban bagi seluruh masyarakat Majene,” pungkasnya. (mab/har)












