Pemerataan Ekonomi Desa Digenjot, 334 Koperasi Merah Putih Kini Legal di Sumenep

Avatar photo
Simbolis Bupati Achmad Fauzi dan Wakil Bupati KH Imam Hasyim melepas balon ke udara pada peringatan Hari Koperasi di halaman Pemkab Sumenep (Foto: Masalembo.id)
Simbolis Bupati Achmad Fauzi dan Wakil Bupati KH Imam Hasyim melepas balon ke udara pada peringatan Hari Koperasi di halaman Pemkab Sumenep (Foto: Masalembo.id)

SUMENEP, MASALEMBO.ID – Pemerintah Kabupaten Sumenep secara resmi menyatakan bahwa sebanyak 334 Koperasi Merah Putih telah sah berdiri dan berbadan hukum. Koperasi tersebut tersebar di seluruh kelurahan dan desa yang ada di wilayah Sumenep, sebagai bagian dari strategi memperkuat kemandirian ekonomi desa.

Langkah ini merupakan wujud nyata komitmen Pemkab Sumenep dalam mengimplementasikan program prioritas nasional yang digagas Presiden Prabowo Subianto, yakni reformasi ekonomi desa melalui koperasi. Sebelum dinyatakan resmi, seluruh koperasi tersebut telah melalui tahapan Musyawarah Desa Khusus (Musdesus) dan melengkapi dokumen administratif sesuai regulasi yang berlaku.

Dalam apel gabungan yang digelar di halaman kantor Pemkab Sumenep, Minggu (14/07), Bupati Achmad Fauzi Wongsojudo menyampaikan bahwa kehadiran Koperasi Merah Putih bukanlah sekadar pemenuhan aspek formalitas, melainkan langkah strategis menuju kemandirian dan keberlanjutan ekonomi di tingkat desa.

Baca Juga  Update Korban Banjir-Longsor Sumatera: Meninggal Dunia 867 Jiwa, 521 Hilang

“Tujuan utama dari koperasi ini adalah menjadikannya sebagai pusat ekonomi desa yang kuat, produktif, dan efisien, dengan prinsip gotong royong sebagai fondasi utama. Ini bukan hanya urusan administratif, tetapi tentang memperkuat ketahanan ekonomi masyarakat dari level paling bawah,” ujarnya.

Bupati Fauzi menekankan bahwa kekuatan ekonomi nasional sejatinya bertumpu pada desa. Dengan demikian, revitalisasi ekonomi desa adalah keniscayaan yang harus dilakukan. Melalui koperasi, masyarakat bisa lepas dari ketergantungan terhadap sistem distribusi eksternal yang selama ini seringkali tidak berpihak pada produsen desa.

“Selama ini, salah satu kendala terbesar ekonomi desa adalah ketergantungan terhadap pihak luar, yang membuat sistem distribusi tidak efisien. Lewat koperasi yang dikelola secara kolektif dan mandiri, kita ingin menciptakan sistem ekonomi yang lebih tangguh dan berkeadilan,” jelasnya lagi.

Baca Juga  Kebakaran Mobil Logistik Bank BNI di Palippis, Rp4 Miliar Uang Tunai Disebut Hangus Terbakar

Kehadiran 334 koperasi ini juga menjadi kontribusi besar dari Kabupaten Sumenep terhadap target nasional yang telah membentuk sekitar 80.000 unit Koperasi Merah Putih di seluruh Indonesia. Program ini bertujuan membentuk lembaga ekonomi desa yang inklusif, produktif, dan berpihak pada masyarakat kecil.

Pada kesempatan tersebut, Bupati juga mengajak semua elemen masyarakat, mulai dari pelaku UMKM, petani, nelayan, hingga anak muda di desa untuk berperan aktif dalam koperasi. Menurutnya, koperasi hanya akan berkembang jika anggotanya terlibat secara langsung dalam kegiatan produksi, pengelolaan, dan pengambilan keputusan.

“Koperasi harus dikelola bersama, dijalankan bersama, dan dimiliki bersama. Inilah bentuk kemandirian kolektif yang ingin kita bangun. Jika semua bergerak bersama, maka kesejahteraan desa bukan lagi sekadar impian,” ungkapnya dengan penuh keyakinan.

Baca Juga  Kenalkan Budaya Sulbar, Anjungan di TMII Jadi Tujuan Study Tour Pelajar Karawang

Peresmian 334 koperasi tersebut ditandai dengan pelepasan balon ke udara, yang dilakukan langsung oleh Bupati Achmad Fauzi dan Wakil Bupati KH Imam Hasyim. Simbolik tersebut menggambarkan semangat baru dalam membangun ekonomi berbasis rakyat di pedesaan.

Dalam rangka memperingati Hari Koperasi ke-78 tahun 2025, Pemkab Sumenep juga memberikan apresiasi kepada sejumlah koperasi yang dinilai berprestasi. Penghargaan tersebut mencakup koperasi dengan pelaksanaan Rapat Anggota Tahunan (RAT) tercepat, koperasi dengan Sisa Hasil Usaha (SHU) tertinggi, dan koperasi dengan inovasi terbaik dalam pengembangan usaha. (Red/TH)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *