Hari Ketiga Pelatihan Kajian Kebutuhan Pascabencana: Fokus pada Sektor Permukiman

Avatar photo

MAMUJU,MASALEMBO.ID- Pelatihan Kajian Kebutuhan Pascabencana yang digelar di Marasa Corner memasuki hari ketiga pada, Rabu 17 September 2025. Kegiatan yang diselenggarakan oleh BPSDM Provinsi Sulawesi Barat ini menghadirkan narasumber dari BPBD setempat, Inaldy LS. Si’lang, Penata Penanggulangan Bencana, yang membawakan materi tentang Pengkajian Kebutuhan Sektor Permukiman Pascabencana.

Dalam pemaparannya, Inaldy menekankan pentingnya melakukan pengkajian secara terukur pada sektor permukiman yang terdampak bencana. Hal ini meliputi penilaian tingkat kerusakan, identifikasi kebutuhan hunian darurat dan sementara, serta penyusunan strategi jangka panjang untuk pemulihan dan pembangunan kembali permukiman yang lebih aman dan berkelanjutan. ,

Baca Juga  Pemprov Sulbar Kirim 21 Siswa SMK ke Ajang LKS Nasional 2025, Tunjukkan Daya Saing Anak Daerah

Menurutnya sektor permukiman merupakan salah satu kebutuhan dasar yang harus diprioritaskan karena berkaitan langsung dengan kehidupan dan keberlangsungan masyarakat pascabencana.

Plt. Kepala Pelaksana BPBD Provinsi Sulawesi Barat, Muhammad Yasir Fattah, memberikan apresiasi terhadap kegiatan ini. Ia menyatakan bahwa materi yang disampaikan sangat relevan dengan kondisi Sulawesi Barat yang memiliki tingkat kerentanan tinggi terhadap bencana.

Baca Juga  Abdul Waris Bestari; Bapanas Intruksikan Bulog segera Salurkan Beras SPHP Guna Stabilisasi Lonjakan Harga Beras

“Pelatihan ini memberikan bekal penting bagi peserta untuk memahami langkah-langkah teknis dalam mengkaji kebutuhan sektor permukiman pascabencana. Hal ini sejalan dengan instruksi Gubernur Sulbar, Bapak Suhardi Duka, yakni membangun Sulawesi Barat yang maju, sejahtera, dan tangguh menghadapi bencana,” ucapnya.

Baca Juga  Bapperida Sulbar Dorong Percepatan Penanganan Jaringan Irigasi D.I. Paku di Sidang TKPSDA Saddang

Harapan kami, para peserta dapat mengimplementasikan ilmu yang diperoleh untuk meningkatkan kualitas penanggulangan bencana di daerah, imbuhnya.

Pelatihan Kajian Kebutuhan Pascabencana akan berlangsung hingga 19 September 2025 dengan menghadirkan narasumber dari berbagai bidang guna memperkuat kapasitas aparatur dan stakeholder terkait penanggulangan bencana di Sulawesi Barat. (Rls)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *