Diskoperindag Sulbar Luncurkan Aplikasi SIMPATI

Avatar photo

MAMUJU,MASALEMBO.ID– Dinas Koperasi dan UKM, Perindustrian dan Perdagangan (Koperindag) Sulbar meluncurkan aplikasi Sistem Informasi Kepegawaian Terintegrasi (Simpati).

Aplikasi tersebut telah resmi disosialisasikan di Ruang Pertemuan Dinas Koperindag Sulbar pada Rabu, 10 September 2025.

Hal ini sejalan dengan visi Panca Daya Gubernur Sulbar, Suhardi Duka dan Wakilnya Salim S Mengga.

Aplikasi SIMPATI dirancang untuk menjawab tantangan dalam manajemen kepegawaian, khususnya yang berkaitan dengan proses kenaikan pangkat bagi Aparatur Sipil Negara (ASN).

Baca Juga  Sekprov Sulbar Tekankan Pentingnya Ekonomi Syariah dalam Mendukung Pembangunan Daerah

Dengan aplikasi ini mampu menjawab manakala terjadi kesalahan yang dapat mengakibatkan penundaan kenaikan pangkat bagi ASN di Lingkup Pemprov Sulbar.

Kepala Dinas Koperindag Sulbar, H. Masriadi Nadi Atjo, saat membuka acara menyatakan bahwa digitalisasi adalah kunci untuk meminimalisir human error dan meningkatkan efisiensi.

“Inovasi seperti SIMPATI ini adalah upaya dalam menerapkan tata kelola pemerintahan yang modern dan akuntabel,” ujarnya.

Baca Juga  Kolaborasi LKPP-KPK-Pemprov Sulbar Perkuat Strategi Konsolidasi dan Clearing House Pengadaan

Aplikasi ini akan memberikan notifikasi otomatis kepada pegawai dan pengelola kepegawaian enam bulan sebelum periode kenaikan pangkat tiba. Dengan begitu, setiap ASN memiliki waktu yang cukup untuk mempersiapkan kelengkapan berkas tanpa terburu-buru.

Inovasi ini merupakan bagian dari proyek perubahan yang digagas oleh Kepala Sub Bagian Umum dan Kepegawaian, Nursanti, dalam Pelatihan Kepemimpinan Pengawas Angkatan V Provinsi Sulawesi Barat Tahun 2025 yang diikutinya.

Baca Juga  Gubernur Sulbar Bersama BPKPD Bahas Rencana Perubahan TPP 2026

“Sekarang sudah tidak ada lagi istilah salah hitung TMT, karena dengan SIMPATI semuanya otomatis. Notifikasi akan menjadi pengingat, sehingga tidak ada lagi pegawai yang terlewat,” jelas Nursanti.

Masriadi berharap SIMPATI tidak hanya berhenti sebagai alat bantu administratif, tetapi juga terus dikembangkan untuk memenuhi kebutuhan pegawai lainnya di masa depan.

“Ini adalah langkah awal. Terus kembangkan, pastikan aplikasi ini mudah digunakan dan benar-benar memberi manfaat,” tutupnya.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *