SUMENEP, MASALEMBO.ID – Dalam kurun waktu enam bulan pertama tahun 2025, Kabupaten Sumenep kembali menunjukkan tajinya di panggung nasional. Di bawah kepemimpinan Bupati Achmad Fauzi Wongsojudo, sederet penghargaan bergengsi berhasil diraih, mencerminkan konsistensi tata kelola yang akuntabel, perhatian pada budaya lokal, serta pelayanan publik yang semakin responsif.
Pencapaian paling menonjol datang dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI yang kembali menganugerahkan opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) atas laporan keuangan Pemkab Sumenep tahun anggaran 2024. Ini menjadi kali kedelapan berturut-turut Sumenep meraih opini tertinggi dalam akuntabilitas pengelolaan keuangan daerah.
“Ini bukan hanya kebanggaan bagi pemerintah daerah, tetapi juga bukti komitmen kita terhadap tata kelola yang akuntabel dan transparan,” ungkapnya (04/08).
Keberhasilan ini tidak berdiri sendiri. Pemkab Sumenep juga mendapat apresiasi dari Badan Kepegawaian Negara (BKN) atas kelancaran dan ketepatan pelaksanaan rekrutmen Calon Aparatur Sipil Negara (CASN) tahun 2024. Penghargaan serupa juga diberikan oleh Kantor Regional II BKN Surabaya, terkait proses penetapan Nomor Induk Pegawai (NIP) yang dinilai cepat dan efisien.
Di sektor pelayanan publik, perhatian Fauzi terhadap perbaikan kualitas layanan dasar juga membuahkan hasil. Perpamsi (Persatuan Perusahaan Air Minum Seluruh Indonesia) memberikan penghargaan kepada Sumenep atas penguatan BUMD air minum yang berdampak langsung pada akses air bersih warga. Langkah ini dianggap sebagai wujud kepedulian kepala daerah terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat secara konkret.
Sementara di ranah kebudayaan, Fauzi diganjar Anugerah Tokoh Inspiratif oleh Sekretariat Nasional Perkerisan Indonesia. Dedikasinya dalam menjaga dan menghidupkan kembali nilai-nilai budaya lokal, khususnya pelestarian tradisi keris Sumenep, diapresiasi secara nasional. Pembangunan Monumen Keris yang sedang digagas menjadi simbol nyata dari upaya tersebut.
“Alhamdulillah, penghargaan ini adalah buah dari kerja keras kolektif. Bukan kerja pribadi, tapi hasil kolaborasi antara pemerintah, swasta, dan masyarakat,” ujarnya.
Fauzi yang juga menjabat sebagai Ketua DPC PDI Perjuangan Sumenep menegaskan bahwa seluruh perangkat daerah, mitra swasta, hingga komunitas lokal memiliki andil besar dalam pencapaian ini. Sinergi lintas sektor diyakini menjadi fondasi utama yang menggerakkan laju pembangunan daerah.
“Saya mengajak semua pihak dunia usaha, pendidikan, tokoh masyarakat untuk terus berkontribusi. Membangun daerah tidak bisa sendiri. Kita butuh gotong royong dan partisipasi aktif masyarakat,” tambahnya.
Dengan semangat kolektif itu, arah pembangunan Sumenep dinilai semakin progresif. Tidak hanya pada capaian-capaian administratif, namun juga pada sektor-sektor yang menyentuh kehidupan masyarakat secara langsung.
Fauzi menekankan bahwa berbagai penghargaan yang diterima bukan tujuan akhir, melainkan penyemangat untuk terus bekerja lebih baik. Menurutnya, tugas utama pemerintah daerah adalah memastikan pelayanan publik yang adil, berkualitas, dan merata.
“Prestasi ini bukan akhir, tapi awal dari tantangan baru. Kami akan terus berupaya agar Sumenep menjadi daerah yang kompetitif, berdaya saing, dan makin sejahtera,” pungkasnya. (Red/TH)












