Ironi Dunia Pendidikan, Siswa Terlambat SMPN 1 Wonomulyo Ditempatkan di Bahu Jalan Berbahaya

Avatar photo
Kebijakan Disiplin Pihak Sekolah Mengancam Nyawa Siswa

POLMAN.MASALEMBO.ID — Pemandangan puluhan siswa yang berdiri di luar pagar SMP Negeri 1 Wonomulyo setiap hari Senin kembali menuai sorotan tajam dari masyarakat dan aktivis.

Alih-alih mengikuti upacara pengibaran bendera di halaman sekolah, para siswa yang terlambat justru ditempatkan di tepi jalan raya yang padat kendaraan.

Kondisi ini dinilai sangat membahayakan, karena para pelajar hanya berjarak beberapa meter dari arus lalu lintas kendaraan roda dua hingga truk besar yang melintas di jalur utama Wonomulyo.

Baca Juga  Silaturahim IdulFitri , PENA Sulbar Perkuat Kebersamaan dan Sinergi Jurnalis

Ironisnya, praktik tersebut disebut bukan hal baru. Warga menyebut, pola penindakan terhadap siswa terlambat itu telah berlangsung setiap hari Senin selama bertahun-tahun tanpa perubahan.

Sorotan keras datang dari Dirsyam warga setempat, yang menilai kebijakan tersebut justru berpotensi mengancam keselamatan siswa.

“Ini bisa menjadi ancaman serius terhadap siswa. Seharusnya mereka dibina di lingkungan sekolah, bukan malah dihadapkan dengan bahaya di luar pagar, apalagi di bahu jalan,” tegasnya

Ia menegaskan bahwa kedisiplinan memang penting dalam dunia pendidikan, namun tidak boleh dilakukan dengan cara yang mengabaikan keselamatan peserta didik.

Baca Juga  Insiden di Palippis, Benarkah Rp4,6 Miliar Terbakar?

“Kebijakan seperti ini sangat tidak elok. Meskipun mereka terlambat, bukan begitu cara mendisiplinkan siswa. Jangan ditempatkan di luar pagar sekolah, apalagi ini jalan trans Sulawesi,” lanjutnya.

Senada, Burhanudin juga mempertanyakan langkah pihak sekolah yang tetap menempatkan siswa di area luar pagar, padahal menurutnya lingkungan sekolah masih memungkinkan untuk dijadikan tempat pembinaan.

“Kenapa mesti dihukum di luar pagar sekolah? Kalau mau membina disiplin, di dalam lingkungan sekolah juga bisa. Ini harus segera dievaluasi oleh pemerintah,” ujarnya.

Baca Juga  Aktivis Anti Korupsi Sulbar Desak Kejati Transparan Tangani Dugaan Korupsi

Kondisi tersebut kini memunculkan keresahan di tengah masyarakat, yang menilai metode pembinaan disiplin perlu ditinjau ulang. Mereka menilai, meski kedisiplinan penting, keselamatan siswa tetap harus menjadi prioritas utama.

Warga berharap pihak sekolah bersama pemerintah daerah segera melakukan evaluasi menyeluruh agar kejadian serupa tidak terus berulang dan tidak menimbulkan risiko yang lebih besar di kemudian hari.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *