Musrenbang RKPD 2027 Adalah Kunci Arah Pembangunan Sumenep

Avatar photo
Kepala Bappeda Kabupaten Sumenep, Arif Firmanto (Istimewa/Masalembo.id)

SUMENEP, MASALEMBO.ID – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep melalui Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) kembali menegaskan komitmennya dalam merancang arah pembangunan yang lebih terukur, partisipatif, dan berdampak nyata bagi masyarakat. Hal itu diwujudkan melalui pelaksanaan Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) tahun 2027.

Forum strategis tersebut menjadi ruang penting bagi pemerintah daerah untuk menyerap berbagai aspirasi dari pemangku kepentingan. Mulai dari unsur pemerintah, akademisi, hingga masyarakat umum dilibatkan secara aktif guna memastikan bahwa setiap program yang dirancang benar-benar mencerminkan kebutuhan riil di lapangan.

“Kami melalui forum ini, berkomitmen mewujudkan perencanaan pembangunan yang partisipatif, transparan, dan akuntabel,” kata Kepala Bappeda Kabupaten Sumenep Arif Firmnato di sela-sela Musrembang RKPD, di Pendopo Agung Keraton, Senin 30/03).

Pelaksanaan Musrenbang RKPD 2027 bukan sekadar agenda rutin tahunan, melainkan bagian penting dari proses panjang perencanaan pembangunan daerah. Dalam forum ini, berbagai prioritas pembangunan dibahas secara komprehensif untuk diselaraskan dengan kebijakan pemerintah pusat maupun provinsi. Sinkronisasi tersebut dinilai krusial agar arah pembangunan daerah tidak berjalan sendiri, melainkan menjadi bagian dari sistem pembangunan nasional yang terpadu.

Baca Juga  Skandal Pemotongan Dana Beasiswa KIP UNIBA Madura 2023: Menguak Tabir Rp492 Juta yang Hilang

Lebih dari itu, Musrenbang juga diposisikan sebagai instrumen utama untuk menghasilkan program-program pembangunan yang tidak hanya berkualitas, tetapi juga memiliki dampak langsung terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Pemerintah daerah berupaya memastikan bahwa setiap kebijakan yang diambil tidak berhenti pada tataran administratif, melainkan mampu menjawab persoalan konkret yang dihadapi warga. Dalam pelaksanaannya, keterlibatan berbagai pihak menjadi kunci utama.

Pemkab Sumenep menyadari bahwa pembangunan yang efektif tidak bisa hanya bertumpu pada satu pihak. Oleh karena itu, kolaborasi lintas sektor terus didorong agar menghasilkan kebijakan yang lebih inklusif dan berkelanjutan.

“Pemerintah daerah mengoptimalkan pelaksanaan Musrenbang sebagai instrumen penting, guna melahirkan program berkualitas, tepat sasaran, dan berkelanjutan dalam mewujudkan arah pembangunan yang lebih maju,” terangnya.

Baca Juga  Kerjasama IGI Majene, Mafindo Sulbar Gelar Kelas Kecerdasan Artifisial

Proses perencanaan menuju RKPD 2027 sendiri telah melalui sejumlah tahapan yang cukup panjang. Bappeda Kabupaten Sumenep mencatat, rangkaian kegiatan dimulai dari Musyawarah Desa (Musdes) yang berlangsung sejak Juli hingga September 2025. Tahapan tersebut kemudian dilanjutkan dengan Forum Konsultasi Publik (FKP) pada 27 Januari 2026, yang menjadi wadah awal penyaringan aspirasi masyarakat.

Selanjutnya, Musrenbang tingkat kecamatan digelar pada 9 hingga 13 Februari 2026, sebagai bagian dari upaya memperkuat usulan dari tingkat bawah. Setelah itu, forum perangkat daerah maupun lintas perangkat daerah dilaksanakan pada 10 Maret 2026 guna menyelaraskan program antarorganisasi perangkat daerah.

Dari seluruh tahapan tersebut, terkumpul sebanyak 771 usulan yang telah diinput melalui Sistem Informasi Pemerintahan Daerah (SIPD) RI. Jumlah tersebut menunjukkan tingginya partisipasi masyarakat dalam proses pembangunan daerah. Namun di sisi lain, hal itu juga menjadi tantangan tersendiri bagi pemerintah daerah dalam menentukan prioritas program.

Baca Juga  Rakor Kementan 2026: DKPP Sumenep Komitmen Perkuat Ketahanan Pangan Kementerian Pertanian Republik

Setiap usulan yang masuk harus melalui proses seleksi ketat dengan mempertimbangkan berbagai aspek, mulai dari skala prioritas, ketersediaan anggaran, hingga kesesuaian dengan arah kebijakan pembangunan daerah. Dengan demikian, program yang dihasilkan tidak hanya banyak secara kuantitas, tetapi juga tepat guna dan berkelanjutan.

Pemkab Sumenep menilai bahwa keberhasilan pembangunan sangat ditentukan oleh kualitas perencanaan. Oleh karena itu, Musrenbang RKPD 2027 diharapkan mampu menjadi fondasi kuat dalam mendorong transformasi pembangunan daerah ke arah yang lebih maju, adaptif, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.

“Diharapkan, sinergi dan komitmen seluruh pemangku kepentingan, agar perencanaan pembangunan 2027 mampu mendorong transformasi pembangunan yang lebih berkualitas dan tepat sasaran,” pungkasnya.

Dengan semangat kolaborasi dan partisipasi yang terus diperkuat, Pemerintah Kabupaten Sumenep optimistis bahwa arah pembangunan ke depan akan semakin terarah, efektif, serta mampu memberikan manfaat nyata bagi seluruh lapisan masyarakat. (Red/TH)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *