Yayasan Wakaf As’adiyah Luncurkan Layanan Penggunaan Sepeda Motor Salurkan MBG ke Sekolah

Avatar photo
Salah satu relawan dapur MBG Yayasan Wakaf As'Adiyah, Ilyas, mengantar menu MBG dengan sepeda motor. (Foto: Awal Dion)

MAMUJU, MASALEMBO.ID – Program Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Yayasan Wakaf As’adiyah Desa Tadui, Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat punya berbagai cara sukseskan program Makan Bergizi Gratis (MBG). Salah satunya, petugas pengantar MBG menggunakan sepeda motor. Dia meletakkan box di atas sepeda motor.

Cara distribusi ini bukan hanya menarik perhatian, tetapi juga menuai kagum banyak orang.

Salah satu relawan dapur MBG Yayasan Wakaf As’adiyah, Ilyas mengatakan, hal ini dia lakukan dikarenakan akses jalan harus menggunakan kendaraan roda dua untuk sampai tujuan. Pelayanan ini bertujuan untuk memberikan kenyamanan dan kecepatan bagi sekolah untuk menikmati hidangan lezat dari dapur MBG. Yayasan Wakaf As’adiyah berkomitmen saji menu MBG dalam kondisi hangat dan tepat waktu.

Baca Juga  Dua Hari Pencarian di Sungai Manjongo, Lansia Asal Donggala Ditemukan Meninggal Dunia

Ilyas mengungkapkan, hampir seluruh jalur yang dilaluinya memiliki tingkat kemiringan tinggi dan rawan tergelincir. Kondisinya semakin parah ketika hujan turun; tanah menjadi lembek dan licin.

“Ketika masuk musim hujan seperti ini, hampir semua jalan akses MBG sangat licin dan rawan longsor. Kami harus betul-betul ekstra hati-hati,” jelasnya, Rabu (11/2/2026).

Namun bagi Ilyas, rasa lelah dan risiko dalam perjalanan tersebut terbayar seketika saat melihat anak-anak di sekolah menerima makanan bergizi dengan antusias.

Baginya, tugas ini bukan sekadar pekerjaan, melainkan bentuk komitmen agar semua anak, termasuk yang tinggal di wilayah terpencil tetap mendapatkan akses gizi yang layak.

“Alhamdulillah adanya program ini bisa membuka lapangan pekerjaan dan membantu masyarakat terpencil khususnya anak-anak mendapatkan gizi yang layak,” tuturnya.

Baca Juga  Jembatan Gantung Garuda Dibangun, Buka Akses Warga Dusun Bulubawang

Kordinator limbah MBG Yayasan As’Adiyah, Rahman alias Bang Karca mengatakan, semangat para petugas yang tetap melaksanakan tugas meski harus melalui medan yang tidak mudah butuh apresiasi. Akses medan perbukitan jadi tantangan distribusi MBG bagi mereka ke sejumlah sekolah yang dilakukan menggunakan sepeda motor.

Kata Bang Karca, tidak semua sekolah dapat dijangkau mobil akibat kondisi jalan yang terjal, menanjak, dan sebagian besar masih berupa tanah berbatu.

“Medannya memang masih berat. Jika dipaksakan memakai mobil, risikonya tinggi terutama saat musim hujan karena jalan menjadi licin,” ujar Rahman “Bang Karca”.

Baca Juga  BLT DBHCHT Sumenep Belum Cair, Ribuan Buruh Rokok Menunggu

Disebutkan, saat ini, SPPG Yayasan wakaf As’adiyah memiliki 50 pegawai dengan rincian 47 relawan, satu kepala SPPG, satu akuntan dan satu ahli gizi. Semuanya merupakan warga lokal yang tinggal di sekitar dapur MBG Tadui.

Dengan dukungan dua mobil dan satu motor, mereka mengantar MBG ke 23 sekolah yang ada di tiga desa yakni, Desa Tadui, Desa Bambu dan Desa Batu Pannu setiap hari dengan penerima manfaat 2.083 siswa.

Untuk sekolah-sekolah yang berada dekat jalan raya atau memiliki akses yang relatif baik, mobil masih bisa digunakan. Namun, sekolah-sekolah yang berada di daerah puncak atau lereng bukit hanya bisa dijangkau dengan motor. (Dion)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *