Penelitian Penggunaan Media MathCityMap pada Mata Kuliah Geometri Dasar di UNASMAN: Hadirkan Pembelajaran Matematika Berbasis Eksplorasi

Avatar photo
Suasana saat penelitian mengenai penggunaan media MathCityMap dalam mata kuliah Geometri Dasar di kampus Universitas Al Asyariah Mandar (UNASMAN) Polewali Mandar. (Foto: Nurhidayah)

POLEWALI, MASALEMBO.ID — Inovasi pembelajaran matematika berbasis teknologi terus berkembang di lingkungan perguruan tinggi. Pada Mei 2025, penelitian mengenai penggunaan media MathCityMap dalam mata kuliah Geometri Dasar dilaksanakan di Universitas Al Asyariah Mandar (UNASMAN) Polewali sebagai upaya meningkatkan kualitas pembelajaran yang lebih kontekstual, interaktif, dan berorientasi pada pengalaman nyata mahasiswa.

MathCityMap merupakan media pembelajaran berbasis teknologi digital yang mengintegrasikan konsep matematika dengan aktivitas eksplorasi lingkungan nyata. Melalui aplikasi ini, mahasiswa dapat menyelesaikan tugas-tugas geometri dengan mengamati objek di sekitar mereka, melakukan pengukuran langsung, serta menganalisis bentuk dan struktur geometris dalam konteks kehidupan sehari-hari.

Penelitian yang dilaksanakan pada mahasiswa yang mengikuti mata kuliah Geometri Dasar tersebut bertujuan untuk melihat efektivitas penggunaan media MathCityMap dalam meningkatkan pemahaman konsep geometri sekaligus mengembangkan kemampuan berpikir kritis dan pemecahan masalah. Dalam pelaksanaannya, mahasiswa tidak hanya belajar di dalam kelas, tetapi juga diajak melakukan kegiatan pembelajaran di luar ruangan melalui aktivitas berbasis lokasi (location-based learning).

Baca Juga  KPU Sumenep Sukses Tingkatkan Partisipasi Pemilihan Pada Pilkada 2024

Dosen pengampu mata kuliah, Nurhidayah, S.Pd., M.Pd menjelaskan bahwa pendekatan ini dipilih karena geometri sering kali dianggap sebagai materi yang abstrak dan sulit divisualisasikan. “Dengan MathCityMap, mahasiswa dapat melihat langsung penerapan konsep geometri pada bangunan, jalan, dan objek di lingkungan sekitar. Hal ini membantu mereka memahami konsep secara lebih konkret,” ujarnya.

Nurhidayah mengatakan, selama kegiatan berlangsung, mahasiswa bekerja dalam kelompok kecil untuk menyelesaikan berbagai tantangan geometri yang dirancang melalui aplikasi. Mereka melakukan pengukuran sudut, jarak, dan bentuk ruang secara langsung di lapangan, kemudian mendiskusikan hasilnya bersama kelompok. Proses ini tidak hanya melatih kemampuan analisis matematis, tetapi juga mendorong kolaborasi dan komunikasi antar mahasiswa.

Baca Juga  Dinkes Sulbar Ingatkan Bahaya Virus Hanta: Mirip DBD, Sebabkan Demam Hingga Sesak Napas

Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan MathCityMap mampu meningkatkan keterlibatan mahasiswa dalam pembelajaran. Mahasiswa terlihat lebih aktif, antusias, dan menunjukkan motivasi belajar yang tinggi dibandingkan dengan metode pembelajaran konvensional. Selain itu, kemampuan mahasiswa dalam menghubungkan konsep geometri dengan situasi nyata juga mengalami peningkatan.

Sementara, salah satu mahasiswa peserta penelitian mengungkapkan bahwa pembelajaran menggunakan media digital berbasis eksplorasi membuat mata kuliah Geometri Dasar terasa lebih menarik. “Biasanya kami hanya belajar melalui buku atau papan tulis, tetapi dengan MathCityMap kami bisa langsung mempraktikkan konsep geometri di lingkungan nyata,” katanya.

Meski memberikan dampak positif, penelitian ini juga menemukan beberapa tantangan, seperti kebutuhan akses perangkat digital yang memadai serta adaptasi awal mahasiswa terhadap penggunaan teknologi baru. Namun, dengan pendampingan dosen dan perencanaan pembelajaran yang baik, hambatan tersebut dapat diatasi.

Baca Juga  Tim SAR Gabungan Temukan Body Part, Diserahkan ke Tim DVI RS Bhayangkara

Penelitian ini diharapkan menjadi salah satu contoh inovasi pembelajaran matematika di perguruan tinggi yang memanfaatkan teknologi untuk menciptakan pengalaman belajar yang lebih autentik. Integrasi media digital seperti MathCityMap dinilai mampu membantu mahasiswa memahami konsep matematika secara lebih mendalam sekaligus mengembangkan keterampilan abad ke-21, seperti berpikir kritis, kreativitas, dan kemampuan memecahkan masalah.

Kedepan, Universitas Al Asyariah Mandar berkomitmen untuk terus mendorong pengembangan pembelajaran berbasis teknologi dan eksplorasi lapangan guna meningkatkan kualitas pendidikan serta menyesuaikan proses belajar dengan kebutuhan generasi digital masa kini. (Adv/har)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *