Durian Montong Polman Kini Merambah Pasar di Tiongkok

Avatar photo
Durian Montong asal Bulo Kabupaten Polman sedang diangkut ke menuju Tiongkok dan Thailand (Foto: Asrianto)

POLEWALI, MASALEMBO.ID – Perkebunan durian di Kecamatan Bulo, Kabupaten Polewali Mandar (Polman), Sulawesi Barat, kini tengah menjadi pusat perhatian. Tak sekadar panen raya, “emas kuning” alias durian montong dari wilayah ini secara resmi telah menembus pasar ekspor mancanegara, khususnya Tiongkok dan Thailand.

Fenomena ini membawa angin segar bagi ekonomi kerakyatan di Sulawesi Barat. Dengan luas hamparan mencapai ratusan hektar di Kebun Raya Bulo, populasi pohon durian yang mencapai ratusan ribu batang kini menjadi mesin uang baru bagi para petani lokal.

Baca Juga  TPP ASN Pemprov Sulbar Dibayarkan Setiap Tanggal 3, Gubernur SDK Harap Peningkatan Layanan Publik

Memasuki musim panen 2026, para petani di Bukit Merdeka menjalin kemitraan strategis dengan perusahaan eksportir asal Parigi Moutong dan Palu, Sulawesi Tengah. Kerjasama ini menjadi jembatan bagi durian montong Bulo untuk terbang ke pasar internasional.

Cuan Ratusan Juta dan Kualitas Internasional

Harga durian montong saat ini berada di kisaran Rp26.000 hingga Rp28.000 per kilogram, mengikuti fluktuasi kurs dollar. Bagi petani yang mampu menghasilkan 4 hingga 6 ton sekali panen, angka ini berarti pendapatan hingga ratusan juta rupiah.

Baca Juga  Datangi Rujab Bupati, Ini Tuntutan Perwakilan Warga Desa Banua Adolang

Aco Masruddin Mogot, salah satu pemilik kebun di Bukit Merdeka Bulo, mengungkapkan bahwa kualitas durian Bulo tidak kalah bersaing dengan daerah lain. Tekstur daging yang tebal, rasa legit yang khas, serta warna kuning terang yang menggoda menjadikannya primadona di pasar global.

“Saat ini kami bahkan kewalahan melayani permintaan pasar ekspor yang terus meningkat. Itulah mengapa kami terus berupaya memperluas lahan agar kebutuhan pasar global bisa terpenuhi,” ujar Aco Masruddin Mogot.

Baca Juga  KPU Sumenep Menggelar Pengesahan Penetapan Hasil Pilkada Sumenep 2024

Meski sukses menembus pasar ekspor, para petani masih memiliki ganjalan terkait rantai distribusi. Selama ini, hasil panen harus melalui pihak ketiga di Sulawesi Tengah sebelum dikirim ke luar negeri.
Para petani berharap pemerintah pusat melalui Kementerian Pertanian maupun pemerintah daerah dapat memfasilitasi pembangunan gudang penyimpanan (cold storage) di Polman.

Dengan adanya fasilitas tersebut, durian montong asal Polewali Mandar diharapkan bisa langsung diekspor ke negara tujuan tanpa melalui perantara, sehingga keuntungan yang diterima petani bisa jauh lebih maksimal. (ant/har)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *