MAKASSAR, MASALEMBO.ID — Dalam upaya meningkatkan kualitas dan daya saing usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Kabupaten Majene, Rumah BUMN Majene bersama mitra UMKM binaannya mengikuti Workshop Pembiayaan UMKM Bank Mandiri pada kegiatan Karya Kreatif Sulawesi Selatan – Wastra Heritage Market yang digelar oleh Bank Indonesia. Acara ini berlangsung pada Sabtu (26/7/2025) di Mal Ratu Indah, Kota Makassar.
Workshop yang diikuti lebih dari 70 peserta UMKM dari berbagai daerah di Sulawesi ini menghadirkan tiga narasumber berpengalaman: Ardy Mandala (Assistant Vice President), Marlin Gazali (Micro Banking Cluster Manager Area Kartini), dan Drastho Bagus Handoko (Micro Banking Cluster Manager Area Sam Ratulangi).
Koordinator Rumah BUMN Majene, Muh Wais, mengungkapkan bahwa kegiatan ini menjadi kesempatan berharga bagi pelaku UMKM untuk memahami akses pembiayaan dan manajemen usaha. “Ada banyak ilmu penting yang kami dapatkan. Ini menjadi bekal agar UMKM binaan kami lebih siap naik kelas,” ujarnya.
Pada sesi pertama, Ardy Mandala memaparkan tentang aplikasi Livin Merchant by Mandiri yang menawarkan kemudahan transaksi tanpa biaya langganan, registrasi online cepat 15 menit, penerimaan pembayaran QRIS dengan pencairan tiga kali sehari, dan notifikasi transaksi real-time. Wais bahkan memberikan testimoni langsung setelah mencoba aplikasi tersebut, menilai fitur-fiturnya sangat bermanfaat untuk pencatatan keuangan UMKM pemula.
Sesi kedua, Drastho Bagus Handoko atau Pak Koko membahas pembiayaan Kredit Usaha Rakyat (KUR) dan Kredit Usaha Mikro (KUM). Ia menekankan pentingnya memanfaatkan pembiayaan subsidi untuk memperbesar skala usaha. “Setiap periode pinjaman yang meningkat menandakan usaha sehat dan perputaran keuangan stabil,” jelasnya, disambut diskusi aktif peserta terkait pengalaman pembiayaan mereka.
Materi terakhir disampaikan Marlin Gazali mengenai Manajemen Keuangan Usaha. Ia menekankan prinsip pemisahan keuangan pribadi dan usaha, membuka rekening khusus usaha, hingga merencanakan arus kas yang sehat sebelum mengajukan pembiayaan. “Pencatatan keuangan yang baik adalah kunci untuk mendapatkan akses pembiayaan yang berkelanjutan,” tegasnya.
Wais menyampaikan apresiasi kepada PLN UID Sulselrabar dan Bank Mandiri atas dukungan yang memungkinkan UMKM Majene mengikuti kegiatan ini. “Kami berharap UMKM binaan bisa menerapkan ilmu yang diperoleh dan menjadikannya langkah awal berjejaring dengan UMKM sukses lainnya, sekaligus membuka akses pembiayaan yang lebih luas,” pungkasnya.
Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi pintu bagi UMKM Majene untuk terus berkembang dan siap bersaing di pasar yang lebih luas. (Ril/har)












