Pemkab Sumenep Raih Prestasi di Bidang Ekonomi dan Keuangan Syariah

Avatar photo
Wakil Bupati KH Imam Hasyim saat menerima penghargaan secara simbolis dari Wagub Jawa Timur Emil Dardak (Istimewa/Masalembo.id)

SUMENEP, MASALEMBO.ID – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep mencatat capaian penting dalam pengembangan ekonomi dan keuangan syariah. Tiga penghargaan sekaligus diraih dalam ajang Syariah Award Jawa Timur, masing-masing pada kategori Keuangan Mikro Syariah, Inklusi Keuangan Syariah Pemerintah Daerah, dan Wakaf.

Tiga penghargaan tersebut menjadi catatan tersendiri bagi Pemkab Sumenep karena seluruhnya berhasil diraih sebagai Juara 1. Penghargaan itu diserahkan oleh Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa dalam rangkaian Syariah Award Jawa Timur.

Capaian tersebut menempatkan pengembangan ekonomi syariah di Sumenep sebagai salah satu agenda yang terus mendapat perhatian pemerintah daerah. Bagi Pemkab Sumenep, penghargaan tersebut sekaligus menjadi penanda atas berbagai upaya yang telah dilakukan dalam memperluas ekosistem ekonomi dan keuangan berbasis syariah.

Wakil Bupati Sumenep KH. Imam Hasyim menyampaikan bahwa penghargaan tersebut tidak semestinya dipandang sebatas pencapaian pemerintah daerah. Menurutnya, keberhasilan itu merupakan hasil dari keterlibatan berbagai pihak yang selama ini ikut mendorong tumbuhnya ekonomi dan keuangan syariah di Kabupaten Sumenep.

Baca Juga  Penamatan dan Perpisahan Kelas IX SMPN 1 Majene, Andi Syukri: Pendidikan Tolok Ukur Kemajuan Bangsa

“Penghargaannya sebagai bukti upaya Pemkab Sumenep dalam membangun ekosistem ekonomi dan keuangan syariah yang inklusif, sekaligus meningkatkan peran serta masyarakat dalam pengembangan ekonomi berbasis syariah,” katanya (28/09).

Ia menilai keberadaan berbagai pihak yang terlibat menjadi bagian penting dalam perjalanan pengembangan ekonomi syariah. Karena itu, pemerintah daerah memberikan apresiasi terhadap kontribusi dan sinergi yang telah terbangun selama ini.

Namun, capaian tersebut tidak ingin dijadikan sebagai tujuan akhir. Pemerintah daerah justru melihat penghargaan itu sebagai momentum untuk melakukan evaluasi dan memperkuat program yang berkaitan dengan ekonomi serta keuangan syariah.

Baca Juga  Seorang Pemuda di Majene Ditemukan Gantung Diri Saat Sahur

Hal tersebut penting karena penghargaan akan memiliki makna lebih luas apabila mampu diikuti dengan peningkatan kualitas pelayanan dan semakin terbukanya akses masyarakat terhadap lembaga maupun instrumen keuangan syariah.

“Penghargaan ini menjadi kebanggaan sekaligus motivasi bagi Pemerintah daerah, untuk memperkuat ekonomi dan keuangan syariah, yang ujung-ujungnya programnya memberikan manfaat dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” terangnya.

Pemkab Sumenep juga menyatakan akan terus memperluas pengembangan ekonomi dan keuangan syariah melalui program yang mendorong keterlibatan masyarakat. Salah satu perhatian utama adalah bagaimana layanan keuangan syariah dapat semakin mudah dijangkau oleh masyarakat.

Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya membangun sistem ekonomi yang tidak hanya berkembang pada tingkat kelembagaan, tetapi juga mampu memberikan ruang lebih besar bagi masyarakat untuk berpartisipasi.

Baca Juga  Pakar Hadis Tarbawi Hadir, Halalbihalal Ungkap Sejarah Awal Persyarikatan Muhammadiyah di Mandar

Penguatan ekonomi syariah juga diarahkan agar manfaatnya dapat dirasakan secara konkret dalam kehidupan ekonomi masyarakat. Dengan demikian, program pemerintah tidak berhenti pada aspek penghargaan, tetapi memiliki hubungan langsung dengan peningkatan aktivitas ekonomi dan kesejahteraan warga.

Tiga penghargaan yang diterima Sumenep menjadi tantangan untuk mempertahankan sekaligus meningkatkan capaian. Inovasi dibutuhkan agar program ekonomi syariah tidak berjalan secara rutin, melainkan mampu menjawab kebutuhan masyarakat yang terus berkembang.

Wakil Bupati juga mengingatkan seluruh perangkat daerah agar tidak menjadikan penghargaan sebagai titik berhenti. Sebaliknya, capaian tersebut harus diterjemahkan menjadi energi baru untuk memperluas dampak program.

“Perangkat daerah jangan berhenti pada penghargaan, tetapi prestasi ini harus menjadi energi untuk berinovasi, memperluas manfaat dan menghadirkan program yang berdampak langsung bagi masyarakat,” pungkasnya. (Red/TH)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *