LSM AMPERAK Soroti Dugaan Kelalaian Mitra Dapur MBG Yayasan As’Adiyah di Mamasa

Avatar photo
AMPERAK Soroti Keras Yayasan As’Adiyah soal Pemilihan Mitra Dapur MBG

POLMAN.MASALEMBO.ID — Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Desa Uhaidao, Kecamatan Aralle Utara, Kabupaten Mamasa menjadi sorotan setelah ditemukan ulat pada ompreng makanan yang dibagikan kepada penerima manfaat.

Menanggapi kejadian tersebut, pihak Yayasan Wakaf As’Adiyah Kecamatan Wonomulyo melalui Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Aralle Aralle Utara menyampaikan permohonan maaf secara resmi kepada masyarakat, khususnya warga Desa Uhaidao.

Permohonan maaf itu tertuang dalam Surat Pernyataan Nomor: 005/SPPG-ARL/VI/2026 yang ditandatangani Kepala SPPG Aralle Aralle Utara, Muh. Algifari, bersama Mitra SPPG, Sitti Rafiah.

Baca Juga  Dua Pendaki Gunung Gandang Dewata Dievakuasi Usai Alami Gangguan Kesehatan

Dalam surat tersebut, pihak SPPG menjelaskan bahwa kejadian itu tidak disengaja dan akan menjadi bahan evaluasi untuk meningkatkan kualitas pelayanan ke depan.

“Sebagai bentuk komitmen bersama, SPPG Aralle Aralle Utara akan melakukan penguatan sistem pelayanan, termasuk pemantauan yang lebih ketat dan berkelanjutan terhadap proses pengolahan, penyimpanan, serta distribusi makanan,” demikian isi pernyataan tersebut.

Selain itu, pihak SPPG juga berkomitmen membangun koordinasi yang lebih baik dengan sekolah dan masyarakat guna memastikan pelayanan berjalan maksimal.

Namun, insiden tersebut menuai kritik keras dari LSM AMPERAK. Aktivis AMPERAK, Arwin Hariyanto, menilai kejadian itu menunjukkan lemahnya seleksi terhadap mitra dapur dalam pelaksanaan program MBG.

Baca Juga  Muhammadiyah Majene Salurkan 100 Karung Beras untuk Korban Kebakaran Galung Tulu

“Adanya ulat dalam makanan itu sudah mengisyaratkan bahwa dalam memilih mitra dapur ini tidak kompeten. Harusnya dalam memilih mitra betul-betul selektif, apalagi ini makanan yang diberikan kepada anak-anak sebagai generasi muda kita, jadi tidak boleh sembrono,” tegas Arwin.

Ia juga meminta agar sanksi terhadap pihak terkait diperketat dan tidak hanya sebatas teguran biasa.

Baca Juga  BPW KKSS Provinsi Sulawesi Barat Gelar Muswil Ke-III

Menurutnya, Yayasan As’Adiyah memiliki jaringan dapur MBG yang cukup luas di Sulawesi Barat sehingga pengawasan harus dilakukan lebih serius.

“Setahu kami, dapur mereka bukan cuma ada di Mamasa, bahkan tersebar hingga Mamuju. Jadi saya pikir harus lebih selektif lagi dan perlu ada sanksi tegas terkait hal tersebut,” tambahnya.

Kasus ini pun menjadi perhatian masyarakat karena program MBG merupakan salah satu program yang menyasar kebutuhan gizi anak-anak sekolah, sehingga kualitas dan kebersihan makanan dinilai harus menjadi prioritas utama.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *