MAMASA, MASALEMBO.ID – Peringatan Hari Jadi Kabupaten Mamasa ke-24 berlangsung khidmat dalam rapat paripurna DPRD yang diawali dengan pembacaan sejarah singkat perjuangan pembentukan kabupaten, Rabu (11/3/2026).
Suasana haru menyelimuti ruangan saat Bupati Mamasa, Welem Sambolangi, mengajak seluruh hadirin mengheningkan cipta untuk mengenang jasa para pejuang tangguh yang telah gugur demi berdirinya Bumi Kondosapata.
Kehadiran tokoh-tokoh penting seperti Wakil Bupati Drs. H. Sudirman, Sekda, jajaran Forkopimda, tokoh adat, tokoh agama, hingga mantan Plt Bupati Bonggalangi, mempertegas semangat kebersamaan dalam perayaan yang juga digelar secara virtual tersebut.
Dalam pidatonya, Bupati Welem Sambolangi menegaskan komitmen pemerintahannya di bawah visi “Mamasa Mamase” yang kini memasuki tahun kedua, dengan fokus utama pada pembenahan layanan dasar dan infrastruktur di seluruh pelosok wilayah.
Capaian pembangunan yang dipaparkan Bupati mencakup revitalisasi 121 gedung sekolah dan optimalisasi fasilitas kesehatan, mulai dari RSUD hingga puskesmas, termasuk penguatan jaminan BPJS bagi masyarakat dan aparat desa.
Di sektor infrastruktur, normalisasi jalan poros terus digenjot hingga ke wilayah terpencil seperti Baruru dan Datubaringan, di mana jalur Mamasa-Nosu kini dapat ditempuh dalam waktu dua jam, sementara jalur Tabang-Pana terpangkas menjadi tiga jam.
“Atas nama Pemerintah Daerah Mamasa, saya menyampaikan bahwa fokus kita adalah meningkatkan taraf hidup masyarakat melalui fungsi-fungsi vital dan pemerataan pembangunan infrastruktur,” ujar Welem Sambolangi di hadapan para anggota dewan dan tamu undangan.
Sektor ekonomi kerakyatan turut menjadi primadona dalam laporan kinerja bupati, mulai dari pemberian pupuk gratis bagi 1.852 kelompok tani, pembukaan kompleks kuliner di Lapangan Kondosapata, hingga revitalisasi Pasar Barrak-Barrak sebagai pusat ternak.
Tak hanya itu, Bupati mengumumkan kabar gembira mengenai kopi Mamasa yang kini telah teregister dan akan resmi bersertifikat pada HUT RI Agustus mendatang dengan slogan “Ayo Minum Kopi Mamasa”.
Di sisi tata kelola pemerintahan, Bupati menunjukkan ketegasan dengan komitmen 140 PNS untuk mengembalikan temuan BPK, sembari memperkuat pendapatan daerah melalui Satgas PAD yang melibatkan Polri dan Kejaksaan.
Menutup sambutannya dengan penuh kerendahan hati, Bupati menyadari bahwa pembangunan belum sepenuhnya maksimal dan memerlukan sinergi semua pihak. “Dirgahayu Mamasa yang ke-24. Mari kita bergandengan tangan membangun daerah ini menuju Mamasa yang lebih sejahtera. Ayo ke Mamasa!” pungkasnya dengan penuh optimisme. (Angsar)












