MAMUJU, MASALEMBO.ID — Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Sulawesi Barat akan mengaktifkan Posko Siaga Darurat sebagai langkah antisipatif menghadapi potensi bencana hidrometeorologi basah dan cuaca ekstrem di wilayah provinsi tersebut.
Langkah ini merupakan tindak lanjut dari Surat Keputusan Gubernur Sulawesi Barat Nomor 787 Tahun 2025, tertanggal 16 November 2025, tentang Status Siaga Darurat Bencana Hidrometeorologi Basah dan Cuaca Ekstrem di Provinsi Sulawesi Barat Tahun 2025.
Sebagai respon cepat terhadap peningkatan potensi risiko bencana, BPBD Sulbar akan melaksanakan beberapa langkah strategis untuk memperkuat kesiapsiagaan, antara lain membentuk tim posko terpadu lintas sektor untuk penanganan bencana hidrometeorologi basah dan cuaca ekstrem, melaksanakan apel kesiapsiagaan, simulasi kebencanaan, serta gelar pasukan dan peralatan penanggulangan.
Pelaksana Tugas Kepala Pelaksana BPBD Sulbar, Muhammad Yasir Fattah, menegaskan komitmen pihaknya untuk menindaklanjuti arahan Gubernur Sulbar, Suhardi Duka, agar seluruh perangkat penanggulangan bencana berada dalam kondisi siap siaga.
“BPBD Sulbar akan segera mengaktifkan posko siaga darurat, menggelar apel kesiapsiagaan, dan memastikan seluruh personel, peralatan, serta sistem komando berfungsi optimal. Intensitas cuaca ekstrem di akhir tahun ini perlu direspons secara antisipatif dan terkoordinasi,” tutur Yasir Fattah.
Ia juga menambahkan bahwa Surat Keputusan Gubernur menjadi dasar kuat bagi BPBD Sulbar untuk mempercepat langkah kesiapsiagaan dengan koordinasi intensif bersama berbagai pihak.
“Seluruh arahan dalam Surat Keputusan Gubernur akan kami laksanakan secara menyeluruh. Koordinasi dengan pemerintah kabupaten, TNI/Polri, Basarnas, BMKG, dan seluruh instansi terkait akan dioptimalkan melalui posko yang akan segera dibentuk,” tegasnya.
Langkah ini diharapkan dapat meningkatkan kapasitas dan sinergi antarinstansi dalam menghadapi potensi bencana selama periode cuaca ekstrem di akhir tahun. (ril/har)












