Bupati Sumenep Tunjuk Achmad Dzulkarnain Pimpin DPMD

Avatar photo
Achmad Dzulkarnain saat memberikan keterangan kepada awak media sesaat setelah dilantik menjadi Kepala DPMD Kabupaten Sumenep (Masalembo.id)

SUMENEP, MASALEMBO.ID – Perombakan struktur birokrasi di lingkungan Pemerintah (Pemkab) Kabupaten Sumenep pada Selasa (23/06) malam menghadirkan dinamika baru dalam tata kelola pemerintahan daerah. Dari sejumlah pejabat yang dilantik, penunjukan Achmad Dzulkarnain sebagai Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) oleh Bupati Achmad Fauzi Wongsojuudo menjadi sorotan utama.

Figur yang sebelumnya menjabat sebagai Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) serta sempat mengemban amanah sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman dan Perhubungan (Disperkimhub) itu kini dipercaya mengisi posisi strategis yang berkaitan langsung dengan penguatan pemerintahan desa.

Keputusan Bupati Achmad Fauzi Wongsojudo menempatkan Dzulkarnain di DPMD bukan tanpa pertimbangan matang. Rekam jejak panjang di birokrasi, termasuk pengalaman memimpin wilayah kecamatan, dinilai menjadi modal penting dalam mengelola dinamika desa yang kian kompleks.

Baca Juga  Buntut Ledakan di SMA 72 Jakarta, Presiden Prabowo Instruksikan Pembatasan Game Online bagi Pelajar

Terlebih, Kabupaten Sumenep tengah bersiap menghadapi agenda besar berupa Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) serentak pada 2027. Agenda tersebut diprediksi menjadi salah satu pesta demokrasi terbesar di tingkat desa, dengan tingkat kompleksitas yang tinggi baik dari sisi teknis maupun sosial.

Usai pelantikan, Dzulkarnain secara terbuka mengakui bahwa jabatan barunya membawa tanggung jawab besar. Ia menilai, DPMD akan menjadi ujung tombak dalam memastikan seluruh tahapan Pilkades berjalan sesuai harapan, mulai dari perencanaan hingga pelaksanaan di lapangan.

“Kita menghadapi suatu tantangan yang cukup memberikan tantangan dan adrenalin. Karena tahun 2027 nanti kita akan melaksanakan Pilkades sebagai pesta demokrasi langsung di masyarakat desa,” katanya (23/6) malam.

Ia menekankan bahwa keberhasilan Pilkades tidak hanya ditentukan oleh kesiapan pemerintah daerah. Partisipasi aktif masyarakat serta peran media massa juga menjadi faktor penting dalam menciptakan proses demokrasi yang sehat dan berkualitas.

Baca Juga  Disnaker Sumenep Tetap Layani CPMI Meski Ketegangan Iran–AS Meningkat

Dalam hal ini, ia berharap media dapat terus menjalankan fungsi kontrol sosial dengan menyajikan informasi yang berimbang, mendidik, dan tidak memicu konflik di tengah masyarakat.

“Saya minta dukungan dari teman-teman media agar memberikan informasi yang membangun dan objektif sehingga pelaksanaan Pilkades bisa dilaksanakan dengan sukses,” ujarnya.

Sebagai aparatur sipil negara, Dzulkarnain menegaskan komitmennya untuk menjalankan tugas di mana pun ditempatkan. Baginya, setiap amanah yang diberikan pimpinan merupakan bentuk kepercayaan yang harus dijawab dengan dedikasi dan kinerja nyata.

“Kita harus siap di mana saja. Di mana saja ditempatkan oleh Bupati, berarti itu yang terbaik bagi kita. Yang terpenting adalah tetap bekerja dengan baik sehingga bisa membawa nama baik Kabupaten Sumenep ke depan,” tegasnya.

Baca Juga  Bupati Samsul Mahmud Buka TMMD ke-127 Kodim 1402 Polman di Kecamatan Bulo

Ia juga menyampaikan bahwa kepercayaan yang diberikan kepadanya akan dimanfaatkan untuk memperkuat pembinaan pemerintahan desa. Selain itu, ia memastikan seluruh tahapan Pilkades akan dipersiapkan secara matang dan sistematis.

Komitmen tersebut diwujudkan melalui penerapan prinsip transparansi, profesionalisme, serta netralitas dalam setiap proses yang dilakukan. Hal ini dinilai penting untuk menjaga integritas pelaksanaan Pilkades agar tetap sesuai dengan regulasi yang berlaku.

“Ya, saya sudah diberikan tugas oleh Bapak Bupati untuk melaksanakan Pilkades secara jujur, aman, dan sukses,” ucapnya.

Dengan pengalaman yang dimilikinya di berbagai posisi strategis, Dzulkarnain dinilai memiliki kapasitas yang memadai untuk menghadapi tantangan tersebut. Pengalamannya sebagai camat, pimpinan Bakesbangpol, hingga Plt kepala dinas teknis menjadi bekal dalam memahami kompleksitas persoalan di tingkat desa. (Red/TH)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *