Dalam Rapat Paripurna DPRD Sumenep, Bupati Achmad Fauzi Sampaikan Visi Pembangunan 2025-2030

Avatar photo
Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo, saat menyampaikan visi-misi dalam rapat Paripurna DPRD. (Foto: Istimewa/Masalembo.id)

SUMENEP, MASALEMBO.ID -Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Sumenep, Jawa Timur menggelar rapat paripurna dengan agenda sidang menindak lanjuti Surat Edaran Gubernur Jawa Timur Nomor 100.1.4.2/47807/011.2/2024 tertanggal 16 Desember 2024. Senin 03/03/2025.

Surat edaran itu memberikan instruksi kepada seluruh Kepala Daerah, di wilayah Provinsi Jawa Timur yang sudah dilantik untuk memaparkan vis-misi pembangunan lima tahun ke depan, dalam rapat paripurna DPRD DPRD masing-masing kabupaten/kota.

Pada kesempatan ini Bupati Achmad Fauzi memaparkan visi pembangunan dalam lima tahun ke depan. Secara garis besar visi pembangunan di Kota Keris tidak akan keluar dari garis janji politik Achmad Fauzi dan KH Imam Hasyim, pada Pilkada 2024.

“Bahwa visi pemerintahan ke depan adalah Sumenep Unggul, Mandiri, dan Sejahtera.” ujarnya dalam rapat paripurna DPRD Kabupaten Sumenep. Senin 03/03/2024

Baca Juga  Ribuan Orang di Mamuju Ikuti Jalan Sehat Semarak Milad ke-113 Muhammadiyah

Seluruh kebijakan yang dicanangkan oleh pemerintah, harus senada dan seirama dengan visi-misi Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo. Dengan begitu apa yang menjadi mimpi tentang pembangunan dan kemajuan daerah dapat terealisasi.

“Visi ini bertujuan untuk mempercepat pertumbuhan daerah dalam berbagai sektor, termasuk ekonomi, pendidikan, kesehatan, serta tata kelola pemerintahan yang lebih baik,” jelasnya.

Achmad Fauzi menguraikan, terdapat lima misi yang diharapkan dapat mempercepat terealisasinya visi pembangunan. Pertama pemerintahannya akan fokus pada pembangunan Sumbe Daya Manusia (SDM) yang merupakan salah satu elemen penting, yang dapat mendongkrak kemajuan bagi Kabupaten Sumenep.

“Pemerintah akan fokus pada pengembangan pendidikan, kesehatan, dan ketenagakerjaan agar masyarakat Sumenep memiliki daya saing tinggi di tingkat global,” urainya.

Berikutnya, dalam aspek pembangunan ekonomi Achmad Fauzi Wongsojudo tetap berkomitmen meningkatkan kesejahteraan melalu diverifikasi sarapan tenaga kerja, dan meningkatkan ekonomi masyarakat dengan mengoptimalkan potensi sektor pertanian, perikanan, dan pariwisata.

Baca Juga  Pansus DPRD Sumenep Menilai Terdapat Ketimpangan Pembangunan Dalam LKPJ 2025

Dengan melakukan moderenisasi alat-alat produksi pertanian dan perikanan, penguasaan terhadap input dan output sehingga dapat berakibat terhadap produktifitas produksi dan secara bersamaan perekonomian masyarakat dapat terangkat.

Ketiga, Bupati Achmad Fauzi berkomitmen melakukan perbaikan bertata kelola pemerintahan dengan lebih transparan dan inovatif sesuai dengan prinsip-prinsip Good Government dan reformasi birokrasi.

“Pemerintah daerah akan memastikan pelayanan publik yang akuntabel, berintegritas, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat,” tambahnya.

Selanjutnya, mendorong pembangunan berbasis kearifan lokal, pemerintah akan memberdayakan potensi budaya dan kearifan lokal sebagai dasar pembangunan daerah agar manfaatnya bisa dirasakan oleh seluruh masyarakat tanpa diskriminasi.

Terkahir membangun infrastruktur berkelanjutan, fokus pembangunan akan diarahkan untuk mengurangi kesenjangan antara wilayah daratan dan kepulauan, serta memastikan pembangunan tetap memperhatikan aspek lingkungan hidup.

Baca Juga  Pangdam XXIII/Palaka Wira Apresiasi Satgas TMMD Kodim 1402/Polman Usai Renovasi Rumah Warga di Desa Bulo

“Kami ingin memastikan bahwa setiap kebijakan yang kami jalankan benar-benar berdampak pada kesejahteraan masyarakat. Dengan kerja sama yang baik antara pemerintah dan seluruh elemen masyarakat, saya yakin Sumenep bisa menjadi daerah yang lebih unggul, mandiri, dan sejahtera,” tandasnya.

Sementara itu Ketua DPRD Sumenep, H. Zainal Arifin, SH., dalam sambutannya menyatakan bahwa rapat paripurna ini menjadi momentum penting bagi para legislator untuk mendengarkan langsung kebijakan-kebijakan yang akan diambil dalam lima tahun ke depan.

Ia menekankan bahwa berbagai permasalahan yang dihadapi pemerintah dan masyarakat harus diselesaikan melalui kebijakan yang terarah dan sistematis. Salah satu isu utama yang diangkat adalah penghapusan kesenjangan antara wilayah daratan dan kepulauan.

“Kebijakan yang relevan harus segera dirumuskan guna mengatasi ketimpangan tersebut,” tandasnya. (Red/TH)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *