KUALA LUMPUR, MASALEMBO.ID — Langkah membanggakan kembali ditorehkan oleh dunia pendidikan tinggi tanah Mandar, Sulawesi Barat. Nur Faikah Azzahra, mahasiswa Program Studi S1 Kesehatan Masyarakat (Kesmas) Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKes) Bina Bangsa Majene, sukses mempresentasikan makalah ilmiah bertajuk “Artificial Intelligence (AI) in Public Health” di hadapan sivitas akademika UCSI University, Kuala Lumpur, Malaysia.
Kehadiran Nur Faikah di kampus bergengsi negeri jiran tersebut merupakan bagian dari rangkaian program Student Mobility internasional yang mencakup tiga negara sekaligus, yakni Malaysia, Thailand, dan Singapura. Program prestisius ini dirancang khusus untuk memberikan kesempatan luas bagi mahasiswa dalam memperkaya wawasan akademik lintas batas negara, memahami keragaman budaya global, serta merasakan secara langsung atmosfir pembelajaran di universitas berstandar internasional.
Dalam sesi presentasinya, Nur Faikah mengupas secara mendalam bagaimana integrasi teknologi kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) mampu membawa revolusi signifikan dalam dunia kesehatan masyarakat modern. la menjelaskan bahwa pemanfaatan algoritma canggih dan analisis mahadata (big data) kini bukan lagi sekadar wacana, melainkan kebutuhan mendesak untuk merespons berbagai tantangan kesehatan global.
“Pemanfaatan kecerdasan buatan atau AI kini menjadi salah satu kunci penting dalam analisis data kesehatan yang lebih cepat, pemantauan penyakit yang akurat, serta peningkatan kualitas pelayanan kepada masyarakat,” ujar Nur Faikah saat memaparkan materinya di depan para akademisi UCSI University, Selasa (3/11/2026).
Lebih lanjut, ia menekankan bahwa adopsi teknologi di sektor preventif dan promotif kesehatan dapat membantu tenaga medis serta pemangku kebijakan dalam melakukan early warning system atau sistem peringatan dini terhadap potensi wabah penyakit menular. Dengan dukungan teknologi AI, pemetaan sebaran penyakit dapat dilakukan secara real-time, sehingga langkah mitigasi dan intervensi kesehatan masyarakat bisa berjalan lebih efektif, efisien, dan tepat sasaran.
Pihak STIKes Bina Bangsa Majene menyatakan apresiasi dan rasa bangganya atas pencapaian gemilang yang diraih oleh mahasiswanya tersebut. Keikutsertaan dalam ajang internasional ini dinilai tidak hanya sekadar membangun portofolio akademik pribadi, tetapi juga mampu mengasah mental, meningkatkan daya saing global, serta menumbuhkan kepercayaan diri mahasiswa Indonesia di kancah internasional.
Melalui pengalaman berharga di UCSI University Kuala Lumpur serta negara-negara tujuan lainnya, diharapkan kompetensi dan wawasan global para mahasiswa Kesmas STIKes Bina Bangsa Majene semakin matang. Bekal pengetahuan lintas budaya dan penguasaan teknologi digital ini diyakini akan melahirkan calon-calon tenaga kesehatan profesional yang inovatif, adaptif, serta siap menghadapi tantangan zaman di era disrupsi teknologi saat ini. (rur/har)













