MAMUJU, MASALEMBO.ID – Kabupaten Polewali Mandar mencatatkan jumlah anak tidak sekolah (ATS) tertinggi di Sulawesi Barat (Sulbar) dengan total mencapai 8.551 anak dari keseluruhan 23.231 ATS di wilayah Sulawesi Barat. Data terbaru yang bersumber dari dashboard Pusat Data dan Teknologi Informasi (Pusdatin) Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemdikdasmen) per 8 Oktober 2026 ini menunjukkan penurunan signifikan dari angka sebelumnya yang mencapai sekitar 34 ribu anak.
Berdasarkan data sebaran di enam kabupaten, setelah Polewali Mandar, Kabupaten Mamuju berada di urutan kedua dengan 4.859 anak (rincian: 2.931 belum pernah bersekolah, 862 putus sekolah, dan 1.066 tidak lagi bersekolah atau belum menyelesaikan pendidikan).
Selanjutnya ada Pasangkayu sebanyak 3.557 anak (2.305 belum pernah bersekolah, 542 putus sekolah, 710 tidak lagi bersekolah), Mamasa sebanyak 2.185 anak (1.575 belum pernah bersekolah, 297 putus sekolah, 313 tidak lagi bersekolah). Sementara Majene, sebanyak 2.129 anak (899 belum pernah bersekolah, 477 putus sekolah, 753 tidak lagi bersekolah), serta Mamuju Tengah sebanyak 1.950 anak (1.191 belum pernah bersekolah, 314 putus sekolah, 445 tidak lagi bersekolah).
Secara keseluruhan, dashboard ATS mencatat 13.100 anak berstatus belum pernah bersekolah (BPB), 3.951 anak putus sekolah (DO), serta 6.180 anak tidak lagi bersekolah atau belum menyelesaikan pendidikan (LTM).
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Sulbar, Muhammad Nehru Sagena, menyampaikan bahwa data ini menjadi dasar penting bagi pemerintah daerah dalam memperkuat upaya memperluas akses pendidikan.
“Penurunan jumlah ATS menjadi perkembangan penting, tetapi angka yang masih mencapai lebih dari 23 ribu anak menunjukkan bahwa upaya memperluas akses pendidikan di Sulbar masih perlu diperkuat,” kata Nehru, Selasa 13 Oktober 2026.
Untuk menekan angka tersebut, Dikbud Sulbar mengoptimalkan berbagai langkah penanganan, termasuk dukungan beasiswa bagi anak tidak sekolah melalui hibah tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) dari NGO Kaizen senilai Rp25 juta. Program beasiswa ini rencananya diluncurkan pada 20 Oktober 2026 secara daring melalui Zoom dan dijadwalkan dilaunching langsung oleh Gubernur Sulbar, Suhardi Duka (SDK).
Selain itu, Dikbud Sulbar juga dijadwalkan menerima kunjungan kerja Ketua DPRD dan Komisi IV DPRD Kabupaten Polewali Mandar guna membahas langkah strategis penanganan ATS secara lebih komprehensif di daerah tersebut. (ril/har)












