SSC Sumenep Menjadi Wadah Pembinaan Karakter Siswa

Avatar photo
Terlihat pelaksanaan SSC di Pendopo Agung Keraton Sumenep (Istimewa/Masalembo.id)

SUMENEP, MASALEMBO.ID – Upaya Pemerintah Kabupaten Sumenep dalam meningkatkan kualitas pendidikan terus diperkuat melalui berbagai program strategis. Salah satu langkah konkret yang dilakukan adalah menghadirkan Smart Student Contest (SSC) jenjang SMP sebagai wadah pembinaan prestasi sekaligus pembentukan karakter generasi muda.

Program ini menjadi bagian dari komitmen Dinas Pendidikan dalam menciptakan sumber daya manusia yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki mental tangguh, disiplin, serta kemampuan berpikir kritis yang adaptif terhadap perkembangan zaman.

Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo melalui Asisten Administrasi Umum Sekretariat Daerah (Setda) Ferdiansyah Tetrajaya mengatakan, pelaksanaan SSC tingkat SMP tahun 2026 menjadi bukti nyata bahwa pemerintah daerah serius dalam memberikan ruang bagi siswa untuk berkembang.

Ajang ini tidak sekadar kompetisi biasa, melainkan sarana pembelajaran yang mendorong siswa untuk berani tampil, berkompetisi secara sehat, dan menggali potensi diri secara maksimal. Sehingga setiap siswa memiliki kesiapan mental dan karakter sebagai pewaris kepemimpinan bangsa ke depan.

Baca Juga  Aset Daerah Harus Jelas, Dinsos P3A & PMD Sulbar Perketat Inventarisasi

“Smart Student Contest (SSC) jenjang SMP merupakan media penting dalam mengembangkan prestasi, membangun karakter, serta meningkatkan kemampuan pelajar agar mampu menghadapi tantangan pendidikan di era modern,” katanya (13/04).

Ia menegaskan bahwa orientasi pendidikan saat ini tidak lagi semata-mata bertumpu pada capaian nilai akademik. Lebih dari itu, pendidikan harus mampu membentuk karakter siswa yang kuat, memiliki daya juang tinggi, serta mampu menghadapi berbagai tantangan di masa depan.

Melalui SSC, para siswa didorong untuk mengembangkan kepercayaan diri dan kemampuan komunikasi. Mereka juga dilatih untuk berpikir cepat, tepat, dan sistematis dalam menyelesaikan berbagai persoalan yang dihadapi selama kompetisi berlangsung.

Baca Juga  Rokat Tase' Masalembu, Simbol Syukur Nelayan dan Penjaga Tradisi Leluhur

“Kegiatan seperti ini memang perlu dilakukan dalam upaya mendorong siswa untuk mengembangkan potensi dirinya dan berani menunjukkan kemampuan terbaiknya,” ujarnya.

Selain itu, ajang ini juga menjadi momentum penting bagi para pelajar untuk menjadikan kompetisi sebagai pengalaman berharga, bukan sekadar ajang perebutan gelar juara. Semangat belajar, keberanian mencoba, serta kemauan untuk terus berkembang menjadi nilai utama yang ingin ditanamkan melalui kegiatan ini.

Pemerintah daerah berharap, SSC dapat terus diselenggarakan secara berkelanjutan dan menjadi agenda rutin tahunan. Dengan demikian, akan lahir lebih banyak generasi muda yang tidak hanya berprestasi di tingkat lokal, tetapi juga mampu bersaing di level yang lebih tinggi.

Baca Juga  Transformasi Posyandu Dipercepat, Layanan Kesehatan Masyarakat Diperkuat

“Kami mengharapkan, SSC bisa dilaksanakan secara berkelanjutan dan menjadi agenda rutin yang mampu melahirkan generasi muda berprestasi, serta berdaya saing tidak hanya di tingkat kabupaten, tetapi juga provinsi, nasional, bahkan internasional,” tegasnya.

Sementara itu, babak grand final SSC tingkat SMP tahun 2026 diikuti oleh empat sekolah terbaik, yakni SMPN 2 Saronggi, SMP IT Al-Hidayah, SMPN 1 Sumenep, dan SMPN 1 Kalianget. Keempat finalis ini merupakan hasil seleksi ketat dari berbagai peserta yang sebelumnya telah mengikuti tahapan kompetisi.

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sumenep, Moh. Ihsan, menegaskan bahwa SSC merupakan bagian dari program peningkatan mutu pendidikan yang dirancang untuk memotivasi siswa agar terus berprestasi.

“Kami melalui Smart Student Contest, ingin memberikan ruang bagi siswa untuk menunjukkan kemampuan terbaik mereka,” pungkasnya. (Red/KH)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *