Kabut Asap Selimuti Polman, DLHK Pasang Alat Pendeteksi Udara di Sejumlah Titik

Avatar photo
Alat pendeteksi asap dipasang DLHK Polman di salah satu titik di Lampu Merah Mambulilling Polewali, Selasa 9 Oktober 2026. (Foto: Asrianto/masalembo.id)

POLEWALI, MASALEMBO.ID — Kabupaten Polewali Mandar (Polman), Sulawesi Barat, telah diselimuti kabut asap dalam sepekan terakhir. Kondisi ini membuat jarak pandang saat berkendara menjadi terbatas sekaligus mengancam kesehatan warga jika terpapar udara yang tidak sehat.

Menyikapi kabut asap yang menyelimuti Kabupaten Polewali Mandar, Sulawesi Barat, Dinas Lingkungan Hidup setempat memasang alat pendeteksi kondisi udara di sejumlah titik. Langkah ini dilakukan untuk mengetahui kondisi udara di wilayah ini dalam keadaan sehat sehingga masyarakat tidak mengalami gangguan kesehatan akibat paparan dari kabut asap tersebut.

Baca Juga  Disbudporapar Sumenep Siapkan Langkah Strategis Dongkrak Wisatawan di Libur Lebaran 2025

Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Kabupaten Polewali Mandar memasang alat pemantau kualitas udara bernama passive sampler di empat lokasi berbeda. Titik-titik tersebut meliputi kawasan perempatan lampu merah Mambulilling, kawasan industri, jalur transportasi, serta kawasan permukiman atau perkantoran. Pada perangkat itu, dipasang dua alat sampling untuk mengukur kualitas udara yang terdiri dari unsur sulfur dioksida (SO₂) dan nitrogen dioksida (NO₂)

Petugas Analis Sistem Mutu dan Lingkungan DLHK Polman, Annisa Dwi Nirmala Nirwana, menjelaskan bahwa alat tersebut dikirim langsung oleh Kementerian Lingkungan Hidup. “Alat ini dikirim oleh Kementerian Lingkungan Hidup lalu dipasang selama 14 hari di titik yang telah ditentukan, lalu hasil sampelnya dikirim kembali ke Kementerian Lingkungan Hidup untuk diuji di laboratorium,” ujar Annisa.

Baca Juga  Pemkab Mateng Ikuti Gerakan Kembali Bersekolah, 298 Siswa Kembali ke Bangku Pendidikan

Sejauh ini, DLHK Polewali Mandar telah melakukan dua kali uji sampel udara, yakni periode pertama pada bulan Juli dan periode kedua pada bulan September lalu. Sementara untuk bulan Oktober ini, pengujian belum dilakukan karena pihak instansi masih menunggu hasil laboratorium dari Kementerian Lingkungan Hidup untuk periode sebelumnya.

Baca Juga  SDK Lantik 10 Pejabat Eselon II Hasil Seleksi Terbuka, Ini Daftar Lengkapnya

Sebagai langkah antisipasi lanjutan, DLHK Polewali Mandar akan berkoordinasi dengan lintas sektor dan instansi terkait, seperti Dinas Kesehatan dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD). Di samping itu, pihak DLHK Polman tetap mengimbau kepada seluruh masyarakat agar selalu menggunakan masker saat beraktivitas di luar rumah guna menghindari dampak buruk kabut asap terhadap kesehatan. (ant/har)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *