MAJENE, MASALEMBO.ID — Kepala Sekolah SD Negeri 19 Tamerimbi, Kecamatan Ulumanda, Kabupaten Majene, Juki AS, dengan tegas membantah pelaksanaan proyek revitalisasi gedung sekolahnya dikerjakan oleh pihak ketiga atau kontraktor luar. Penegasan tersebut disampaikan Juki menyusul munculnya pemberitaan di salah satu media online tanpa konfirmasi yang memadai, yang menuding program perbaikan sarana dan prasarana di sekolahnya dikerjakan di luar ketentuan swakelola.
“Di SD 19 Tammerimbi tidak ada kontraktor yang masuk, murni dikerjakan oleh P2SP,” ujar Juki, Jumat (23/10/2026).
Juki mengaku sangat menyayangkan adanya pemberitaan salah satu media yang menuding program revitalisasi di sekolahnya dipihakketigakan tanpa verifikasi yang berimbang.
“Berita yang mengatakan dipihak ketigakan itu tidak benar, berita bohong itu, itu memberitakan tanpa punya data,” tegas Juki.
Untuk diketahui, program Revitalisasi Satuan Pendidikan tahun 2026 merupakan bagian dari kebijakan strategis nasional yang digulirkan untuk mengakselerasi pemerataan mutu pendidikan di seluruh penjuru tanah air, dengan fokus utama menyasar wilayah-wilayah yang membutuhkan pemulihan infrastruktur secara mendesak.
Melalui program ini, pemerintah pusat mengalokasikan anggaran yang ditujukan secara spesifik untuk rehabilitasi gedung sekolah, pembangunan fasilitas penunjang belajar-mengajar, serta peningkatan standar kelayakan lingkungan sekolah agar tercipta suasana belajar yang aman dan kondusif. Keunggulan utama dari program revitalisasi ini terletak pada mekanisme pelaksanaannya yang mengedepankan prinsip partisipatif dan transparansi melalui sistem swakelola murni. Artinya, seluruh tahapan pengerjaan mulai dari perencanaan, pengadaan material, hingga realisasi fisik dikelola langsung oleh Panitia Pembangunan Satuan Pendidikan (P2SP) di tingkat sekolah bersama masyarakat setempat, sehingga tidak melibatkan pihak ketiga atau kontraktor komersial.
Harapan Baru Sekolah Penyintas Gempa
Bagi SD Negeri 19 Tammerimbi yang terletak di Kampung Tamerimbi, Desa Kabiraan, Kecamatan Ulumanda, Kabupaten Majene, Sulawesi Barat, kehadiran program revitalisasi ini membawa arti yang sangat krusial. Wilayah terpencil di lereng gunung tersebut sempat menjadi episentrum gempa bumi berkekuatan magnitudo 6,2 pada awal tahun 2021 silam, yang membuat kondisi bangunan sekolah nyaris rata dengan tanah, ditambah hantaman longsor serta banjir bandang yang melumpuhkan aktivitas warga.
Pasca penantian panjang setelah porak-poranda akibat bencana, guliran program revitalisasi tahun 2026 berhasil menghadirkan kembali asa bagi dunia pendidikan di wilayah 3T tersebut. Juki menyampaikan rasa terima kasih dan apresiasi yang mendalam kepada pemerintah atas bantuan yang diberikan.
Hal senada juga diungkapkan oleh Kepala Desa Kabiraan, Amrin, yang turut memuji dampak nyata dari revitalisasi sekolah tersebut terhadap kemajuan infrastruktur di desa mereka.
“Terima kasih kepada Bapak Presiden Prabowo Subianto, sekolah ini sekarang sudah terang benderang, berkat program revitalisasi,” ujar Amrin, yang secara khusus memberikan pujian atas rampungnya instalasi kelistrikan baru di SD 19 Tamerimbi.
Sebagai pemangku pemerintahan tingkat desa, Amrin berharap program revitalisasi sekolah di SD Negeri 19 Tamerimbi berjalan lancar, hingga tuntas untuk kemajuan pendidikan di daerahnya. (*)












