POLEWALI, MASALEMBO.ID – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Polewali Mandar menerima kunjungan edukatif dari puluhan siswa Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 22 Kabupaten Polewali Mandar (Polman) guna melihat langsung proses pembinaan warga binaan sekaligus mengubah stigma negatif masyarakat terhadap lingkungan pemasyarakatan, Kamis (22/10/2026).
Rombongan yang terdiri dari 47 siswa SMA SRT 22 Polman tersebut hadir didampingi oleh Kepala Sekolah, PIC SRT 22 Polman, tenaga pengajar, wali asuh, serta empat orang Kadek dari Universitas Pertahanan (Unhan). Kunjungan ini dirancang untuk memberikan pemahaman nyata kepada para pelajar mengenai dinamika sosial di dalam Lapas serta berbagai program pembinaan yang berjalan.
Selama kunjungan, para siswa mendapatkan pemaparan materi mengenai alur pelayanan, pembinaan, hingga pemenuhan hak-hak administratif warga binaan. Usai sesi materi, para siswa diajak berkeliling area Lapas untuk menyaksikan langsung berbagai aktivitas produktif, seperti pengolahan sampah organik dan nonorganik, budidaya tanaman organik, pembuatan meubelair, kerajinan tangan, hingga praktik langsung membuat adonan dan mencicipi roti hasil karya tata boga warga binaan.
Kepala Lapas Kelas IIB Polewali, Sudarno, menyampaikan apresiasi atas inisiatif kolaborasi edukatif yang digagas oleh pihak sekolah. Menurutnya, langkah ini sangat penting untuk mengenalkan fungsi utama Lapas kepada generasi muda sejak usia sekolah.
“Kami sangat mengapresiasi inisiatif kunjungan edukatif dari SRT 22 Polman ini. Lapas bukan lagi tempat penghukuman yang menyeramkan, melainkan wadah pembinaan dan penyiapan warga binaan untuk kembali ke masyarakat. Melalui pemahaman reintegrasi sosial yang benar, kami berharap para siswa menjadi agen edukasi di lingkungan mereka agar tidak ada lagi pengucilan terhadap mantan narapidana yang telah dibina,” ujar Sudarno.
Ia juga menambahkan bahwa di balik dinding Lapas, proses pembelajaran dan pembinaan kerohanian serta pendidikan nonformal Paket C terus berlangsung agar warga binaan memiliki bekal keterampilan saat kembali ke tengah masyarakat.
Sementara itu, Kepala Sekolah SRT 22 Polman, Muhiddin, menjelaskan bahwa kunjungan ini bertujuan memberikan pengalaman empiris sekaligus pelajaran berharga bagi para siswanya agar terhindar dari hal-hal negatif yang berdampak hukum.
“Melalui kunjungan ini, siswa mendapatkan pengalaman empiris yang luar biasa tentang bagaimana kehidupan dalam Lapas dan wawasan tentang pentingnya pembinaan di dalamnya. Mereka juga bisa melihat langsung bagaimana warga binaan menjalani proses perbaikan diri, yang tentunya menjadi pelajaran berharga dalam memahami perubahan sosial,” terang Muhiddin.
Rangkaian kegiatan ini ditutup dengan sesi diskusi interaktif antara siswa, petugas Lapas, dan warga binaan yang memberikan testimoni motivasi. Melalui kegiatan ini, para pelajar diharapkan mampu menyerap nilai-nilai kemanusiaan, seperti rasa empati serta kesadaran bahwa setiap individu yang pernah berbuat salah berhak mendapatkan kesempatan kedua untuk menjadi pribadi yang lebih baik. (ant/har)












